About

Pages

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 08 Juli 2012

MENGAWAL GERAKAN DARI HATI



Tergores di sela-sela waktu MUSYAWARAH KERJA DAERAH KAMMI DAERAH PURWOKERTO 2012

Ketika berbicara gerakan maka ada satu ciri yang tak boleh lekang di dalamnya, cirri tersebut adalah gerak itu sendiri. kalau boleh saya beranggapan, ketika sebuah gerakan itu berhenti bergerak maka matilah gerakan itu. Namun ada hal substansi yang seharusnya ada ketika kita bergerak, agar tercerminlah gerakan itu menjadi sebuah gerakan yang sejati. Hal yang penting untuk membangun konsepsi dalam bergerak adalah tujuan, arah gerak, panduan gerak dan stasiun awal pemberangkatan sebuah amal gerak.
Seiring berhembusnya angin bersama dalam kerangka perpindahan jarum jam waktu beberapa gerakan banyak yang tergerus oleh zaman higgga beberapa gerakan mati di tengah jalan atau kehilangan dari jati dirinya namun masih ada gerakan-gerakan pemuda yang masih bertahan bersama semangat zaman. Gerakan yang mampu bertahan ini adalah gerakan yang konsisten terhadap konsepsi gerakan itu sendiri ketika ia di bangun dan melakukan inovasi dan selalu memunculkan sebuah tradisi perbaikan didalamnya. Dan tentunya ada esensi yang harus selalu di jaga agar mencirikan kehakikiannya dalam bergerak.
Setiap gerakan harus paham tujuan apa yang hendak ia capai dalam setiap langkah geraknya dan ada tujuan utama yang harus senantiasa di capai yaitu tujuan hidup itu tersendiri yaitu tak lain hanya untuk menghambakan diri pada Rabb semesta alam Allah SWT, jadi tujuan sebuah gerakan harus bermuara menjadi sebuah nilai dan amal yang akan menjadikan subjek dan objek gerakan semakin dekat dengan Allah SWT.
Kemudian sebuah gerakan perlu juga untuk merumuskan dan memahami arah dan panduan gerak dan kembali saya kemukakan untuk meraih keberhasilan hakiki dari sebuah gerakan maka belajarlah pada sebuah pesan-pesan nubuwah, dan mengaplikasikan pesan-pesan kenabian sesuai dengan konteks keadaan yang actual. Karena setiap perjuangan sebuah pergerakan secara hakiki akan melalui rintangan-rintangan yang sesungguhnya rintangan itu hanya berbeda versi saja dan tentunya pesan nubuwah ini menjadi sebuah panduan mendasar sebelum membuat panduan-panduan yang lainnya.
Dan sebagaimana dalam kajian yang di tulis oleh Sa’id Hawwa dalam kajian ruhiyah manusia bahwa ada terminal pemberangkatan yang harus di perhatikan ketika manusia menjalani kehidupan ruhiyahnya terminal awal itu adalah hati dan hati adalah pusat garapan dari tarbiyah. Maka sebuah gerakan yang akan mengedepankan kesejatian dalam amal-amal geraknya harus menata kebersihan, ke jernihan dan kelurusan dari terminal pemberangkatan sampai nanti akhur dari tujuan yang hendak di capai. Jika memang hati merupakan pusat garapan tarbiyah maka saya pun mengopinikan bahwa hati pulalah juga merupakan pusat garapan untuk bergerak dan peradaban yang kokoh dan kekal nan hakiki adalah gerakan yang di bangun dari hati. Mengutip salah satu perkataan Rasulullah SAW tentang gambaran fungsi hati :
“ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal darah, jika segumpal darah itu baaik maka seluruh tubuh juga akan baik. Namun apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah sesungguhnya segumpal darah itu adalah hati” (HR. Muslim)
Dan tentulah akan hancur kesejatian sebuah gerakan jika gerakan itu berangkat dari terminal hati yang tidak ikhlas. Konsep nubuwah mengklasifikasikan macam-macam kondisi hati diantaranya hati yang buta, hati yang kasar, hati yang sakit hati yang terkunci dan tertutup, hati orang-orang kafir yang cenderung sejalan dengan langkah-langkah syetan, hati yang tercerahkan, hati yang mendapat ujian dan hati yang sehat dan cahayanya menyinari gerak kehidupan. Berangkat dari klasifikasi tersebut maka akumulasi dari kondisi hati orang-orang yang terjun sebagai aktifitas gerakan akan membentuk pula karakter gerakan. Dan nanti ada gerakan-gerakan yang sakit dan ada gerakan-gerakan yang akan membawa kehakikian dalam membangun peradaban yang menginspirasi tentunya cahayanya pula akan menmebrikan rahmat pada semesta alam.
Belum lagi saya mengingatkan tentang konsep ikhlasunniyat dan konsep itkonul amal yang ujungnya membentuk tingkatan manusia tertinggi yaitu dalam beramal yaitu manusia-manusia ikhsan sehingga sebuah gerankan harus mampu mengkondisikan untuk melahirkan generasi-generasi yang rabbaniy dan tentunya banyak dari kader gerakan itu yang telah mengoptimalkan konsep ikhsan dalam beramal. Dan tentunya ini terlahir dari konsep iman dalam gerakan, sehingga gerakanpun harus di gerakan oleh orang-orang beriman yang mengawal arah gerakan dari hati yang ikhlas dan bergerak secara ikhsan. Niscaya kemenangan dari pencapaiyan tujuan dari sebuah gerak amal akan menjadi sebuah batu-batu loncatan yang menjadikan eksistensi sebuah gerakan yang eksistensinya di bangun dengan komitmen yang kuat sehingga kemenangan pun akan semakin dekat dan semua pengorbanan akan menjadi saksi yang berharga.
Kelurahan Grendeng Purwokerto, 1 April 2012

Rabu, 04 Juli 2012

Bersama Muskerwil Forum Lingkar Pena Jawa Tengah 2012





Di akhir bulan Juni tepatnya hari sabtu 30 Juni 2012. Aku bersama mba Elis ketua FLP Purwokerto terpilih dan ukh Eni, berangkat menuju Semarang. Bagi ku ini yang ke empat kalinya aku pergi ke Semarang. Yang pertama dulu ketika DM2, yang kedua pas Tekad 3 insani Undip yang keiga pas ikut OSN pertamina di Undip dan ini yang ke empat.  Bersama armada Nusantara kami berangkat tepat pukl 8 pagi. Aku tak banyak tahu tentang agenda yang akan di ikuti disana.  Di kursi no 33 aku duduk dan menikmati perjalanan, tepat bersama ku duduk di sebelah seorang lelaki yang usianya  leih dewasa dariku. Aku tak menanyakan siapa namanya namun kami banyak mengobrol. Awalnya ku tanya lelaki itu mengaku kalau ia seorang pengamen. Jadi aneh masa ada seorang pengamen tapi naik bus yang eksekutif. Ternyata setelah banyak berbicara dia seorang anak band. Biasa mangung di Jakarta. Dan tahu banyak tentang daerah Jakarta. Ia bercerita juga tentang ayahnya yang mungkin bisa di bilang gila kerja. Ayahnya kerja sampai ke luar pulau. Dulu ia seorang mahasiswa namun karena saking asyiknya main ia tak meneruskan kuliahnya. Ia pergi ke semarang walau harus turun terlebih dahulu di daerah Ambarawa. Ia mengajak ku untuk ikut nonton konsernya malam ini. Katanya ia main jam tujuh dan Endang soekamti main Jam delapan. Oh iya ternyata di Semarang sedang ada Semarang Fair hajat besar hari jadi Semarang.
Bus hanya berhenti untuk istirahat di daerah Gayatri dan aku pun turun sejenak untuk menyempatkan kekamar kecil. Sekitar jam setengah tiga kami sampai di terminal Terboyo yang sebelumnya di antarkan mobil minibus. Setelah itu kembali mencari angkutan menuju tempat tujuan. Kami naik mini bus menuju daerah mijen. Semarang cukup panas hingga kunikmati saja berbagai suasana yang ada di angkutan itu. SD IT cahaya bangsa, di situlah acara di laksanakan. Aku langsung Shalat Ashar sekaligus Jamak Dzuhur. Tak lama pasca itu acara di mulai dan agenda di awal ramah tamah dan taaruf. Di sini aku berkenalan dengan salah satu peserta dari cabang Semarang, namanya Asep, dia mahasiswa IAIN semarang. Asep berasal dari daerah Tangerang yang sebenarnya tak begitu jauh dengan alamat rumahku hanya berbeda satu kecamatan. Rumahnya di daerah kecamatan Curug dan rumahku di derah Parungpanjang, walau memang suda berbeda kaupaten dan propisnsi.  Beberapa perwakilan pengurus cabang menyampaikan perkenalan sekaligus bercerita tentang kondisi di masing-masing cabang. Malam hari di lanjut agenda pelantikan pengurus wilayah dan agenda musyawarah kerja. Beberapa program disampaikan untuk menjadikan FLP Jawa Tengah lebih baik lagi. Ada yang menarik yang di sampaikan perwakilan dari pengurus pusat. Inti yang di sampaikan bahwa di FLP selain foru para penulis bahwa FLP punya misi dakwah dan itu harus menjadi ruh perjuangan jihad bil qolam. Sekitar jam sepuluh malam kami beranjak tidur, sampai di bangunkanlah kami sekitar pukul setengah tiga untuk berjamah shalat malam. Sambil menunggu shalat Subuh ada simulasi menulis, setiap peserta di berikan satulembar kertas hvs untuk di tulisi apa saja dan di lanjut dengan muhasabah sampai tiba waktu subuh.
Pagi hari peserta jalan-jalan ringan menikmati suasana pagi. Peserta ikhwan berangkat menuju daerah lapang yang sedang dipersiapkan untuk di bangun perumahan.ada kawasan permahan yag cukup besar di sana, namanya BSB yang mengingatkan aku dengan BSD yang ada di Serpong. Agenda pun di lanjut dengan sarapan dan MCK. Setelah semuanya siap maka acara selanjutnya adalah seminarbertemakan kembali memompa semangat menulis. Seminar di sampaikan oleh para petua FLP yang pengalamannya menulis sudah tidak di ragukan lagi. Aku mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan alhamdulillah di akhir mendapatkan doorprize berupa buku antologi cerpen yang berjudul “sekolah kolong langit. Antologi hasil buah karya teman-teman FLP Semarang. Banyak Inspirasi yang di dapat. Sekian lama aku mencari komunitas penulis dan hari ini aku menemukannya bahkan langsung di berikan kepercayaan untuk jadi pengurus di cabang Purwokerto. Kadang malu juga karena semenjaka aku gabung di FLP sekitar tahun 2010 hanya sekitar empat kali saja aku mengikuti acara pertemuan di FLP. Mudah-mudahan aku bisa mengoptimalkannya.
Semarang. 31 Juni – 1 Juli 2012
Eru Zain

Jalan bersepi


Oleh : Elis dan Eru Zain


Di seberang orang mencaci
Di sekitar kawan tak peduli
Tak layak kata mereka
Tak besar kami berkarya

Ku jawab . . .
Bukan ku takut kawan
Bukan pula radikal seperti yang kau dengungkan
Tapi raga ini berjalan

Karena cahaya tauladan
Ku gores pena kelembutan
Ku buang tinta keangkuhan

Aku berjalan bersama hangatnya bintang
Menjelajah alam pikir yang ta pernah habis
Aku pun menemukan bagian itu
Yang tak mampu ku ucap
Kerlipnya tak henti mengoda
Dan bagian itu kunamai

“Jalan bersepi”

Kamis, 28 Juni 2012

Sebuah Deru Ujian




Oleh : Eru Zain

Ujian... kau begitu memukau pikiranku
Mungkin ini tentang makna yang hilang
Ada pahlawan yang termurung dan merenung
Melihat tingkah para budak

Tentang pagi bersama kicauan burung
Para penyapu jalan terkhusyu dengan kerjanya
Wahai... para penguji
Mungkin engkau tak tahu
Namun Tuhan tak buta
Dan tuhan tak tuli

Kemanakah kejujuran itu
Kini ia begitu sukar ditemui
Ihatlah para pencuri
Dengan mudahnya saling bekerja sama di muka ramai
Namun Tuhan pasti tahu

Oh ujian . . . kau selalu memukauku
Karena kau ada ntk sebuah pembuktian
Ada yang harus mapu melewatinya
Ada proses yang harus di nikmati

Tapi biarkan aku menangis menatapmu
Karena aku saksi hidup
Dimana mental muda sedang terdampar di pulau kebohongan
Inikah wajah masa depan negeriku
Cukuplah kau diam saja para penguji
Pemenang sejati akan terlahir dengan cahaya
Yang tangannya tak tersentuh dengan ilusi

Teruntuk negeri yang bersedih
Aku tak rela menatap masa depanmu
Dan aku hanya percaya
Pada ujian Tuhan untu hambaNya.

Purwokerto, 27 Juni 2012

Bosan




Oleh : Eru Zain

Di ujung asa yang semakin redup
Dalam kerontang jiwa yang tersesat
Tanpa pertolongan, tak berarti bisa berdiri menatap nyata
Lelaki pengeja bintang
Murung bersama gerimis yang runtuh dari langit
Tertatih kesakitan tak mampu meninggikan wajah

Untuk badai membesar di mulut hakim
Lelaki pengeja merangkak penuh malu
Selalu di peluk keterpurukan
Ia ingin pergi menuju sinar baru
Bersama cita yang ditata ulang

Tuhan biarka ia pergi
Pergi membawa mimpinya
Dan menjauh dari teori-teori perhitungan angka
Lahirkan kembali obsesi muda

Untuk sebuah nilai ang lebih nyata
Untuk nyata yang lebih setia
Karena ia ingin merasuk menjadi negarawan
Yang tinggal di bawah awan

Dan biarkan ku tulis lagi cerita ku
Mengasah pedang tuk kuhunuskan di leher para biadab
Untuk sebuah nama kebosanan
Memandang  negeri yang tak kunjung baik.

Purwokerto, 27 Juni 2012

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More