About

Pages

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 08 Oktober 2012

Catatan Aksi 8 Oktober 2012 #SAVE KPK#SAVE INDONESIA


Purwokerto, (tvOne).
Sebanyak puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, Jawa Tengah menggelar aksi turun ke jalan untuk menyampaikan dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi. Mahasiswa melakukan aksi blokir jalan, hingga menyebabkan kemacetan di perempatan kawasan kota Purwokerto.

                     
Ya, Seperti itu lah yang media bahasakan kepada publik. Senin malam itu setelah kami menunaikan shalat magrib. Kami berkumpul di depan patung sang jendral di depan kampus. Tempat yang biasa kami gunakan sebagai tempat  awal pemberangkatan aksi-aksi kami ketika harus turun kejalan. Entah ini yang keberapa kalinya aku turun kejalan di Purwokerto. Setidaknya aku pernah turun bersama kawan-kawan di LDK dan lebih sering aku turun bersama kawan-kawan di organisasi yang berlambangkan tangan kekar yang menopang bunga mawar merah.
                      Sebelumnya saya akan bercerita tentang sebuah fenomena kedzhaliman yang melanda di negeri di mana aku di lahirkan ini. Di negeriku kami tak asing lagi dengan peberitaan dan fakta tentang korupsi. Korupsi ini lah agenda maling terbesar dan terkejam yang menurtku menyebabkan bangsa ini semakin terseok-seok untuk mensejahterakan rakyatnya. Korupsi, kolusi, dan nepotisme  di Indonesia merupakan  negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis.  Itulah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong.
                      Pasca reformasi bergulir maka dalam kondisi masih dalam merangkak ini mengharuskan adanya proses-proses pengelolaan negara yang lebih demokratis dan salah satu agendanya adalah memberantas korupsi. Korupsi adalah perbuatan laknat yang senantiasa memperpanjang mimpi-mimpi saudara kita yang sampai saat ini masih banyak yang tergeletak tak terurus di pinggiran jalan. Mungkin mereka dan kebanyakan manusia di negeri ini sudah muak bahkan mati rasa. Setiap saat kami mendengar para elit di negeri ini semakin memperkaya diri melalui peran topeng mereka sebagai pengemban amanah rakyat. Dan KPK adalah anugerah yang Allah SWT berikan untuk Indonesia. Satu persatu kasus korupsi mulai terang kita lihat ketika diungkap. Satu persatu koruptor mulai diadili dan diantar untuk mendekap di jeruji besi. Rupiah demi rupiah mulai di kembalikan kepada kas negara. Namun tunggu dulu kasus korupsi masih banyak bisa jadi masih ratusan bahkan ribuan kasus yang belum tersentuh penyelidikan. Dalam tatanan trias politika di negeri ini tak satupun yang luput dari kasus korupsi. Mau eksekutif ke, di yudikatif ke, di legislatif juga semuanya banyak malingnya dari pemerintah pusat sampai ke daerah sama saja. Bahkan satu hal yang membuat kami turun kejalan adalah akan adanya revisi undang-undang sebagai payung hukumnya KPK dalam bertindak. Adanya pengebirian yang ini dilakukan agar KPK tak puya taring yang tajam untuk mengoyak dan mengungkap kasus-kasus korupsi.
                      KPK pun dalam perjalanannya tak luput oleh debu-debu yang sengaja di hujani oleh para oknum untuk yang senantiasa untuk melemahkan KPK. Sering kali di jadikan sebagai alat kepentingan politik oleh pihak tertentu dengan modus kepentingan masing-masing. Kadang kita melihat sesuat yang kontras terjadi di lakukan di panggung besar kancah perpolitikan pemerintah. Misalkan beberapa angota DPR RI ada yang menuding dan menggembosi agar KPK dibubarkan saja padahal di bawah sana rakyat berbondong-bondong mengumpulkan koin untuk disumbangkan ke KPK sebagai tand bahwa rakyat membutuhka pahlawan untuk membumihanguskan korupsi di negeri ini. Lalu sebenarnya kearah manakah para elite politik itu akan berjalan dan untuk siapakah mereka hari ini membuat sebuah kebijakan-kebijakan ?
                      Saatnya kita sebagai rakyat yang masih tergadaikan kewenangannya untuk merealisasikan negeri yang makmur jangan pernah berpangku tangan. Kita harus senantiasa sigap membuka mata dan telinga. Mengawal bersama kerja-kerja mereka para pengemban amanah rakyat. Dan untuk permasalahan korupsi ada hal yang harus kita lakukan. Pertama kita support terus para pahlawan rakyat salah satunya KPK dengan apa yang kita mampu agar KPK bisa memutus salah satu mata rantai kejahatan para pejabat. Sampai kita mendapati negeri kita terbebas dari jerat korupsi. Berikutnya ketika mendapati KPK sedang di perebutkan kepentingannya. Maka kita ambil kembali dan rebut kembali bahwa KPK semata-mata ada hanya untuk kepentingan rakyat dan ini sebagai salah satu kerja kita untuk mengembalikan bahwa kedaulatan senyatanya berada di tangan rakyat.
                      Kita ingatkan pula janji-janji pejabat pemerintah terutama orang nomor satu di negeri ini untuk senantiasa merealisasikan janji yang pernah di kobarkan ketika dulu berkampanye di pertandingan-pertandingan pesta demokratis. Teruntuk mereka para intelektual baik yang muda atau pun yang tua agar senantiasa membersamai rakyat dengan kajian-kajian ilmiahnya, mendampingi rakyat yang tak banyak tahu tentang cara penyelesaian masalah yang efektif. Saya pun berharap pula untuk para pelaku bisnis media untuk ikut berperan positif menyadarkan masyarakat dan mendidik publik dengan opini-opini konstruktif dan kewenangan lembaga persnya. Mari bersama kita hentikan mimpi-mimpi panjang anak-anak terlantar di negeri ini dengan cara mengganyang mimpi-mimpi panjang para koruptor. #SAVE KPK #SAVE INDONESIA #BERSATU LAWAN KORUPTOR.

Rabu, 03 Oktober 2012

Kau dan kotamu Yang Bercahaya

diatas batu nisan yang bernamakan calon kekasihku...
sambil ku lafalkan doa dan menaburkan rindu di atas pusara...
aku yang tak kan pernah mendapatkan jawaban itu.
karena jawaban itu telah terkubur di dalam tanah merah yang dingin.

aku yang masih menunggu berharap
sambil memanggil kau di dalam tidur-tidurku di malam yang pekat
seperti baru saja kemarin angin pan

tai di kota mu memeluk ku dengan mesra
gerimis tipis pun turun pelan menumbuk butiran pasir putih teluk penyu

puranama kembali menyapa menyalakan lilin-lilin rindu di dadaku
hanya bibirku saja yang baru mampu tersungging menyapa tempat terakhir di mana aku melihat kaki mu
di ruang IGD itu aku mengantar senyum terakhirmu yang terbang meninggalkan
pertanyaaan yang belum sempat kutanyakan pula
dan semoga kau pun mengerti ketika mataku bias hendak mengalirkan kesedihan

akhirnya semua akan tiba di mana aku akan tegak berdiri
menatap langit dan menyambut Kau
ang baru yang aku akan menganggap kau sebagai dirimu
dan menganggap ia bagian dari dirimu...
karena ada kasihku yang akan aku titipakan melaluinya, bersamanya...

dan aku akan tetap mengenangmu di atas kota yang bercahaya...
akhel

Sepasang Bunga Yang Terpisah


ada manusia yang berceloteh tentang tingginya gunung

ada juga manusia yang bermimpi tentang birunya langit yang dibalut putihnya awan


ada pula yang berbagi tentang hangatnya angin pantai di senja hari bersama para pelaut yang mengembagkan layar kapalnya

dan aku akan bercerita tentang mereka yang tak pernah menyimpan janji untuk berbagi kasih

Jika ada lembah yang curam maka lembah itu adalah perasaanku yang pernah di bersamaimu

jika kau pergi tanpa kata maka jejak-jejakmu menarik jemariku untuk menuliskan pesan kemisterian mu.

ada cerita yang tak sempat ku bagi bersamamu dan cerita itu adalah cerita ksedihan karena kau telah pergi

kalau lah ada telaga yang tak yang tak di huni oleh lincahnya ikan-ikan kecil maka itulah aku yang tak lagi menyambung senyum-senyum canda kita

puluhan purnama telah beredar di mataku namun aku lupa sudah berapa edaran ia tak memelukmu lagi

ada air pantai yang pernah mengelitik pijakan kaki ini bersama pasirnya yang hendak melahap

ada angin bersama gerimis yang menampar badan ini namun waktu itu yang ku ingat tak lain senyum-senyum kita yang menghentikan mata agar tak terpejam membersamaimu

dan aku pun ingin cerita tentan air mata yang ku relakan berjatuhan di keramaian sebagai salam hanga mengantar kepergiamu

dan ada lag satu hal yang belum sempat aku tanyakan padamu
yaitu tentang kita tentang aku dan kau karena aku yang hendak merelakan masa lalu dan hendak pergi pula bersama mu...

Minggu, 23 September 2012

Pecahan jiwa dalam melodi air mata



melodi gitar merajuki ku yang termenung.
ia membawaku ke dalam ruang sedih.
bergetarlah harapan itu menggemparkan
dan menarik aliran air mata yang perlahan turun dari celah yang binar.

petikan dawainya menyatu dengan irama hati yang sedang diam
termenung memandangi wajah langit yang tak beseri lagi

bertuturlah bibir ini bergerak membisikan rindu
dan aku berperan menjadi punuk yang merindu itu
semburat mahameru menduduki dada ini
 dan tersesakilah ia dengan kemuraman senyum

ku tutup kelopak mata dan ku menerawang lebih dalam
nada-nada yang semakin menderaskan aliran kesedihan
adakah butir cinta dapat ku rajut menjadi
sebuah tali kokoh yang akan menuntunkun berjalan
mendatangi sang empuya jiwa ini.

bola mata yang berbinar semakin menjerit ketika ku tutup
dunia pun lenyap dan hadirlah klise-klise harapan yang kunjung tertunai..

dan kini air mata itu telah sampai di ujung dagu
ia telah melewati jalur pipi yang tak rata
perlahan mulai menjatuhkan diri
 bersama asa yang tak menyala lagi

dan aku ingin tidur sejenak
mengaharap masih ada mimpi yang bisa di putar
ku jejaki alam indah penuh pesona
dan serpihan rindu ingin memecahkan sepi

aku yang terpenjara
ingin mati dari  kematian...


Eru Zain...

Rabu, 19 September 2012

Behind The Scene, Ketika Tulisanku Pertama Kali Di Muat Di Koran


oleh Aaerutea Eru Zain pada 20 September 2012 pukul 0:07 ·



Bismillah...
Hanya ingin meluapkan saja rasa kesyukuran kepada Allah SWT.  Alhamdulillah mendapatkan sebuah kebahagiaan yang mungkin perasaan ini pernah dirasakan oleh hamba-hamba Allah yang telah lebih dulu di perkenankan oleh Nya. Jika seseorang pengusaha yang sukses dengan perusahaannya ia bersyukur dengan cara berbagi mengeluarkan sebagian hartanya untuk di bersihkan atau di shadaqahkan maka menurutku seorang penulis bersyukur dengan cara berbagi inspirasi kepada yang lain dengan terus menulis. Oleh karena itu tulisan ini aku buat untuk mengungkapkan rasa syukur itu. OK, ini tentang cerita ketika pertama kali tulisanku tembus di koran. Berawal dari rasa pengharapanku ketika aku dan kawan satu departemen di Kebijakan Publik KAMMI Daerah Purwokwerto. Waktu itu kami menggagas program lomba essai untuk para kader. Rencananya essai yang terkumpul akan di bukukan dan punya ruh gerakan di balik agenda tersebut.  Rencananya tema essainya itu mengenai gagasan kritis terhadap kinerja Pemerintahan Kabupaten Banyumas soalnya dalam waktu beberapa bulan lagi akan ada pesta demokrasi yaitu pilkada Banyumas. Harapannya kader terpicu untuk beramal ilamiy melalui tulisan.
Aku pikir jika essai-essai yang di rencanakan telah masuk media terlebih dahulu maka tentunya punya daya jual yang lebih ketika nanti dikumpulkan untuk di susun menjadi buku. Selain itu kami merencanakan pula beberapa tokoh publik akan kami minta pula untuk menyumbangkannya. Karena begitu minim partisipasi dari kader, akhirnya agenda ini kita padukan dengan agenda kaderisasi yaitu SCGD (Short Course Gerakan Daerah). Kegiatan berupa kunjungan ke tokoh yang ada di Banyumas dan syarat untuk mengikutinya adalah membuat tulisan essai dengan tema yang telah di maksud. Beberapa kader pun mengikuti agenda tersebut dan mereka yang mengikutinya mempunyai tugas menulis tersebut dan berhutang jika belum menunaikannya. Waktu SCGD pun berakhir namun ternyata kader sangat susah untuk bergegas menulis bahkan yang menunaikan tugas itu hanya beberapa saja tidak sampai penuh lima jariku untuk mewakili mereka. Ya sudahlah aku berinisiatif mengirimkan tulisanku yang awalnya sebagai tugas itu ke media. Aku memilih harian Satelit Post. Sebelumya ada rekanku wapres BEMU telah mengirimkan tulisan kesana dan berhasil di muat.  Bukan Koran yang besar memang namun terakhir aku mendapatkan isu kalau pendapatan satelit post telah melebihi pendapatan media sejenis yang lainnya yang ada di Banyumas. Tetapi entah akan di teruskan atau tidak proyek pengumpulan tulisan itu rasanya masih jauh sekali apalagi sampai untuk di cetak menjadi naskah buku.
Karena bingung awalnya menentukan judul, aku memberikan judul artikel itu dengan tajuk “Banyumas oh Banyumas”. Akupun memutar otak memikirkan judul yang layak untuk di muat di media. Maka aku pun mengganti tajuknya dengan judul “kemanakah kumandang visi misi kepemimpinan Banyumas”.    Aku pun melakukan edit sedikit karena yang kutahu karakter tulisan yang akan di kirim ke satelit post itu di batasi jumlah karakternya. Dari empat halaman essai tereduksilah menjadi dua halaman saja. Dan pagi itu hari Selasa tanggal 18 September 2012 aku resmi mengklik ikon “send” di akun gmailku melayangkan email ke redaksi. Waktu itu tak punya harapan banyak. Dan tepat esok harinya Rabu, 19 September 2012 sekitar jam delapan pagi ada kawanku akh Muharam yang sms “Tulisan Eru Zain masuk satelit post”. Kemudian beliau sms lagi “akh tulisan antum tolong kirim ke emailnya pak Arif yah...”. Waktu itu aku baru bangun karena bakda shalat subuhnya aku lanjut tiduran di kasur sambil berdzikir. Sambil menguap dan mengucek mata aku bangun jam delapan lebih dan pada saat itulah aku terkejut membaca sms dari kawanku itu. Tersentaklah aku pada saat itu. Kaget, aneh, terkejut, sekaligus tersenyum puas dan merasa senang mendapat kabar itu. Pasalnya  baru satu hari tulisan itu langsung di muat. Dan anehnya dari yang aku tahu kalau tulisan kita dimuat di media maka media tersebut memberitahukan, tapi nyatanya aku tak mendapati kabar dari media tersebut. Padahal aku sudah menyertakan nomor Hpku bersama di dalam kiriman tulisan pada saat itu. Aku pun bergegas ingin melihat tulisanku yang di muat itu. Maka aku pergi ke tempat dimana biasa koran itu di jajakan. Dan aku pun tersenyum melihat foto narsisku nampang di pojok tulisan. Dan ternyata judul tulisanku ada yang di buang oleh editor dari yang bertajuk “kemanakah kumandang visi misi kepemimpinan Banyumas?” dan yang di muat berjudul “kemanakah  visi misi kepemimpinan Banyumas?”,kata “kumandang” dihapus oleh editor. Tak apa mungkin dianggap rancu. Yang penting narsis. Hehe maklum orang Bogor yang punya slogan “biar tekor yang penting kasohor” katanya. Tapi aku berlindung kepada Allah dari sifat ingin kasohor/ingin di pandang.
Aku pun bergegas mengirimkan forwad email ke pak Arif. Oh iya mungkin kawanku akh Muharam yang mengabarkan tuliasan itu ke pak Arif. Yang katanya ingin membaca tulisanku.  Lalu siapakah pak Arif itu ? Beliau adalah salah satu tokoh di Wilayah Jawa Tengah tepatnya beliau salah satu orang yang berkecimpung di salah satu partai politik. Dan merupakan salah satu tokoh yang aku bertandang kerumah beliau ketika agenda SCGD.   Semakin menyungginglah senyumku. Dan tak lupa aku memuji rabbku. Segala puji bagi Allah swt dzat yang telah berfirman Alquran Surat Al Qalam. Terimakasih yang telah menginspirasiku untuk mencoba mengirimkan tulisan ke koran. Akh Jusman Dalle yang tulisannya telah banyak yang di muat di koran, Akh Khoirun Wapres BEMU yang pernah menyuruhku menulis dan mengirimnya kemedia, mas Bramma Aji Putra dengan tuntunan dalam bukunya “Menembus Koran Edisi II”, mas Muharam juga yang ngasih kabar via smsnya mungkin kalau gak di sms mungkin saya gak bakal tahu. Buat redaktur Satelit post bilang makasih ngga yah ? tik tok tik tok... mikir dulu,,, eh iya deh bilang makasih aja. Hehehe.

Salam Pena ....
Eru Zain

KAMMI PURWOKERTO BEKALI RATUSAN MAHASISWA BARU



            Ratusan Mahasiswa Baru dari berbagai fakultas di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) berkumpul berjejalan memasuki gedung Roediro Fakultas Ekonomi, Senin 10 September 2012. Pukul 13.00 WIB acara dimulai. Acara ini berupa Talkshow Pengenalan Dunia Kampus. Talk Show yang di adakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), terkhusus dua komisariat yaitu Komisariat Soedirman (KOMSOED) dan Komisariat Thoriq Bin Ziyad (KATHOZA) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Muslim Kedokteran HMMK UNSOED.
Siang yang lumayan terik tak menghentikan ratusan mahasiswa baru untuk datang dan mengikuti acara yang bertemakan “Pecahkan Waktu Tunjukan Jatidirimu “ ini. Talk Show ini cukup kaya akan gizi informasi, pasalnya muatan Talk Show begitu sangat penting bagi mahasiswa baru. Di dalamnya di gelar bincang mengenai banyak hal, diantaranya : cara asyik menjadi mahasiswa berprestasi, cara jitu jadi pengusaha muda, urgensi berorganisasi, kiat meraih beasiswa sampai share pengalaman keluar negeri ketika kuliah ini. Beberapa pembicara pun di datangkan untuk berbagi dengan ratusan mahasiswa itu dan canggihnya lagi semua pembicara adalah para kader-kader KAMMI yang terbaik di bidangnya masing-masing terkecuali satu pembicara yang bukan kader KAMMI jelas saja karena di acara tersebut POLRES Banyumas mengirimkan perwakilannya untuk menjadi pembicara juga.
Talk Show berlangsung dengan dua sesi. Sesi pertama berbicara tentang hal penting yang harus di lakukan mahasiswa. Agar mahasiswa baru ikut berkontribusi untuk menjadi pribadi yang berbeda dari yang lain. Agar mahasiswa tak hanya menjadi menara gading yang tak peduli dengan apa yang selayaknya di lakukan pemuda di negeri ini. Di bicarakan dengan gamblang beberapa bekal informasi yang intinya mahasiswa baru harus mulai menata diri menjadi calon pemimpin yang berkarakter, mandiri dalam kehidupan finansial dengan belajar menjadi enterpreneur ketika menjadi mahasiswa dan tak lupa Presiden BEM universitas pun yang notabene kader KAMMI juga ikut berbagi berbicara tentang urgensi menjadi aktivis mahasiswa. Share salah satu pembicara tentang pengalamannya ke Jepang dan berbagi informasi tentang negara matahari terbit itu pun ikut menghangatkan pembicaraan Talk Show siang itu. Di sela-sela acara di tampilkan pula hiburan berupa tembang-tembang musik nasyid acapela, maka serempak mahasiswa baru berdecak kagum dan berkali-kali menghujaninya dengan tepukan tangan yang meriah.
Ba’da Ashar acara di lanjutkan dengan sesi kedua. Kali ini yang menjadi bahan obrolan adalah tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak di inginkan seperti terbawa oleh aliran sesat dan lain sebagainya. Pembicaranya dari POLRES Banyumas. Pembekalan ini betapa penting karena tenyata mahasiswa baru adalah mangsa empuk bag mereka-mereka para kumpulan orang-orang yang cenderung melakukan gerakan-gerakan destruktif bagi negeri ini. Di akhir acara panitia membagi-bagikan door prize diantaranya ATK, Flash Disk, stiker sampai modem dan HP maka berebutlah mahasiswa yang ada diruangan ber-AC itu sejenak menjadi ruangan yang hangat.
Acara ini di gelar untuk berbagi sekaligus ajang memperkenalkan KAMMI kepada mahasiswa baru dan berpartisipasi dalam berbaga kegiatan-kegiatan mendatang yang di motori oleh kader-kader KAMMI. 

Eru Zain

Mushola Al hidayah, Grendeng Purwokerto 23 Syawal 1433... "menapaki langkah awal membentuk biah Islami"


Bismillah...

Ba'da Shalat subuh... pemuda itu. bergerilia dari satu kost ke kost yang lain... menepuk daun pintu beberapa kosan ikhwan dan sekaligus daun pintu kamar-kamarnya juga... dari semalam persiapan itu di mulai. Dari mengingatkan ustadz, menjarkomkan sms undangan, Sampai komunikasi petua kosan dan izin pak RT. Beberapa ikhwan telah berkumpul di mushola yang hanya berukuran lebih kurang lima kali lima meter di bilangan Grendeng Purwokerto. Beberapa dari ikhwan masih terkantuk dan mata mereka masih mengharapkan meneruskan lelapnya terpejam. Sang Ustadz sudah lebih pagi bertandangdengan senyumnya yang hangat. Maka seorang ikhwan menyerahkan segelas teh hangat tongji yang airnya telah mulai mengkeruh.

Majlis itu pun di buka dengan syahdunya bacaan basmalah dan tilawatil quran salah satu ikhwan. Sang ustadz telah dipersilahkan berceloteh oleh moderator. Maka beberapa ikhwan di majlis itu segera meluruskan niat dan mengharap turunnya malaikat untuk turut bersimpuh membersamai mereka. Beberapa patah kata telah terlontar dari lisan sang ustadz. Ba'da tahmid dan salam. Kami di bawa untuk melihat dunia di belahan waktu yang lampau. Kisah Bapaknya para nabi begitu kronologis di sampaikan. Dan kembali membuka ingatan dari masing-masing kami tentang kisah itu. Terceritakan pula kisah hikmah tarbiyah rasulullah di rumah sahabat Arqam bin abil Arqam sampai sekelumit kisah semangat para pendahulu gerakan pemuda muslim di bumi  piramida.

Ini momentum awal bagi para ikhwan yang Kost mereka hampir saling berdekatan. Ini sebuah jejak pengokohan tali silaturahmi kami sampai berharap dapat tercerahkannya hati-hati ini dan bertambahnya pula asupan otak kami tentang Al Islam. Ini adalah salah satu bentu islah sekaligus mempraktekan juga. Bahwa kesholehan tak hanya di bangun secara individual namun secara komunal pun juga harus. Ini sebagai jejak untuk menginspirasi masyarakat agar mereka terbawa dengan arus keimanan yang sejatinya menentramkan.

Ini tak seberapa memang. Kami banyak belajar dari para pendahulu kami yang telah lama bersentuhan mewajahkan Al Islam pada lingkungan yang mereka tinggali. 
“Manusia ibarat logam, terpilihnya mereka semasa jahiliyyah, terpilihnya mereka semasa Islam, sekiranya mereka faham.. Ada semangat yang hendak kami tularkan kepada sesama kami dn kepada orang yang di sekitar kami. Bahwa tatanan yang rabbani itu harus mulai di bangun. dan para pemudalah yang harus mengawalinya. 


Dengan riuh, terkadang beberapa ikhwan tertawa kecil ketika ada celoteh ustadz yang menggelitik rahang-rahang kami. Dan fajar pagi pun mulai mengintip di timur sana. Cahaya sejuknya mulai menyapa. Maka kajian pun di akhiri namun beberapa ikhwan masih asyik bercengkrama di Mushola. saling berbagi kabar dan informasi. Semoga langkah awal ini dapat kami jaga ke istiqamahannya dan tetap menjadi agenda-agenda yang senantiasa di teruskan oleh para penerus generasi-geneasi yang akan datang.

Purwokerto, 23 Syawal 1433 H
Lelaki yang sekarang tinggal di lantai dua Wisma Al bana.
Eru Zain...

Tak harus membenci senja



Di kala senja tiba. mungkin banyak yang kita lalui hari ini. Pemuda itu datang menyapa senja dengan wajah yang penuh letih. kehidupan dunia adalah ujian bagi manusia. jika di dapati kelelahan setelah berbagai ujian menggerayangi jiwa dan raga ini. maka sikap yang paling baik adalah berikhlas. jauh dari salah satu ruang terdalam di dalam hati akan meminta hak untuk rehat dari berbagai kehidupan yang fana. dunis memang harus di genggam oleh tangan maka alangkah bijaknya jika kita menyiapkan tangan kekar untuk di persiapkan menggenggam dunia. dan akhirat, maka akhirat harus memenuhi rongga dada ini. dan senja adalah pintu menuju malam. di malam lah seharusnya hati ini mendapatkan suplay lebih. dan tak harus kita membenci senja. jika senja memang akan membukakan pintu sapaannya bahwa malam siap menemani kita untuk lebih dekat dengan sang pemilik hati sekaligus pemilik raga kita. tak harus membenci senja jika karena kau mencintai pagi. biarkan senja dan pagi semuanya menyapa kita dengan cara mereka masing-masing. dan tak harus membenci senja jika terang matahari senja sebenarnya begitu meneduhkan. tak harus membenci senja jika kita tak merasa puas dengan terik siang hari karena itulah manusia yang tak sepi dari ketidakpuasan. tak harus membenci senja ada harapan bersama senja. dan salah satu harapku ketika bertemu dengan senja. ada bidadari yang membersamaiku untuk melantunkan dzikir-dzikir petang. belum ada untuk saat ini mungkin masih ilusi. dan semoga bersama senja aku tak lupa bahwa besok sambil menatap senja yang beranjak meninggalkan pelupuk. aku duduk berdua, bertiga atau berempat bahkan lebih banyak. ah tidak cukup duduk berdua dan bergandengan menatap senja bersama sang kekasih. Bersama cinta tak harus membenci syurga...

Pemuda itu semoga tidak sedang "GALAU"

Malam tadi, selepas isya. pemuda itu sengaja berjalan-jalan santai sendirian. ia kali ini memilih hanya berjalan kaki dan membiarkan sepeda motor yang biasa menemaninya beristirahat seharian lebih tak ia sentuh . Menelusuri jalan kampus kemudian jalan HR Bunyamin dan bertandang sejenak ke kosan kawannya di bilangan gunung sumbing itu pun hanya sekedar untuk menanyakan pakaian yang ia titipkan beberapa hari lalu. Melanjutkan menuju jalan Gunung Muria setelah menggesekan kartu ATM dan mengambi beberapa lembaran uang kertas dari mesin itu.  Ia berniat melihat beberapa fenomena di yang ia temui berharap ada yang dapat mencerahkan kondisi hatinya dan membawa angin inspirasi untuk di goreskan. seperti biasa tak ada yang aneh yang didapat dari jalan kakinya malam ini. ia hanya membayangkan jika malam itu gerimis tentunya akan menjadi moment yang cukup membuat hatinya tersenyum. karena berjalankaki bersama gerimis itu merupakan salah satu momen kesukaannya. beberapa gerombolan mashasiswi yang sedang berjalan bersama dari bagaimana cara mereka menobrl pemuda itu menyangka bahwa gerombolan itu sepertinya mahasiswa baru. dan di beberapa kos-kosan yang ia lewati beberapa diantara os-kosan itu terlihat merekaang sepertinya sedang asyk membuat berbagai penugasan OSPEK karena besok memang waktu mereka untk di ospek di fakltas mereka masing-masing. Setelah cukup berkeringat ia berjalan maka pemuda itu memutukan untuk mampir di salah datu pedagang kaki lima di pinggir stadion Grendeng dan ia memesan satubungkus nasi goreng spesial. ya Spesial dan ternyata haraganya spesial pula Rp. 12 ribu cukup mahal untuk sebungkus nasi goreng di kota itu. Spesial itu karena ia memesan nasi goreng pete ini mungkin kali yang ke empat selama ia berada di kota ini. sampai detik itu tak ada hal yang berkesan yang ia lalui. namun beberapa detik kemudian di sela waktu ia menunggui makanan yang ia pesan selesai di sajikan.

Pemuda itu memandangi beberapa orang-orang yang melintas di jalan. ada yang berjalan kaki dan banyak pla yang berkendaraan sepeda motor bahkan beberapa mobil masih segan melintas. Ada yang sendirian dan banyak pula yang berpasangan mungkin mereka sepasang kekasih atau hanya sebatas teman saja. Yang jelas pemuda itu sedang sendirian. Pemuda itu masih memandangi jalanan berdebu. di seberang jalan di depan tempat fotokopi ia mandang lebih serius lagi sepertinya ada yang ia kenal. sepeda motor itu ia pandangi dari seberang jalan dan tak lama ia melihat dan benar ia bersama pemiliknya. Pemiliknya itu sekuntum bunga. sekuntum bunga yang beberapa kali pernah bertemu di rumah sakit. Jelas saja rumah sakit karena besok ia akan jadi Dokter muda...

Pemuda itu malu. Malu menatap sekuntum bunga. karena ia bunga haroki. satu kuntum dari banyaknya kuntum bunga-bunga haroki. Pemuda itu bukan apa-apa di bandingkan bunga haroki. bahkan i pemuda itu hanya tangan yang tak kekar baka untuk menopang dirinya saja. Salam ukhuwah dari pemuda itu . . .  bersama senyum bintang. EruZain Purwokerto 6 September 2012.
Suka · · · Bagikan · Hapus

mendebarkan #episode2 awal

Proses birokrasinya semakin mendebarkan mendekati waktu2 terakhir sebelum pergi kembali menuju kampus. Dari raut wajah dan pertanyaan-pertanyaannya aku hanya membaca rasa kekhawatiran dan rasa jenuh menungguku. atau itu hanya signal saja. ah... aku terlalu bodoh jika hanya menerka tanpa menanyakan langsung. Yang jelas aku belum puas untuk berkelana lagi... Di pihak lain nun jauh di bumi antah berantah. Ada yang mulai kelihatan agak cemas. namun kembali bisa saja ini hanya rasa-rasaku saja yang belum tentu benar. Imanku tak sehebat Sahabat Abu bakar yang Pirasatnya sangat mendekati kesejatian bahkan terdengar langsung di hati para kekasihnya.
aku melihatnya cemas ataukah aku yang sedang cemas. semoga bukan aku... Ini misteri aku jadi tak mampu menengadahkan pandang karena aku tak kuasa... ada rencanaNya yang lebih indah nan lebih Agung... "bismillah" saatnya beristikharah...

Decak Peradaban

                Allah SWT telah merancang desain episode indah para hambanya. Aku membaca sedikit saja tentang keseluruhan kronologis kehidupan bumi dari awal bumi di ciptakan kemudian Adam Alaihi salam di turunkan ke bumi sampai kelak bumi di hancurkan. inilah zaman, setiap massanya mempunyai jalannya sendiri yagn harus dilalui oleh hambaNya yang beriman dan tetap akan ada pelaku pejuang yang memikul peradaban atas nama Allah SWT.  Aku mulai faham desain itu. Sampai aku ikuti pelajaran dan bahkan menjadi saksi hidup menyaksikan bagian kecil episode akhir zaman ini. Indah memang perjuangan itu, semangat zaman memberiku wawasan menyeluruh tentang risalah insan. Mulutku berdecak seraya mengucapkan tasbih. Akhirnya ada visi besar yang harus di tunaikan. Pandanglah sesuatu dari bukit tinggi maka tak hanya rumahmu yang akan kau melihat. Namun dunia sekaligus akhirat akan kita tatap. 

                   Manusia agung itu, lelaki yang jantan yang bernama Muhammad SAW pun berdiri tegak di atas bukit memandangi Makkah dan berbagai hegemoni masyarakatnya. Lalu hari ini masih adahkah pemuda yang menatap kecil saja bagian dari dunia ini dengan menyeluruh. Entahlah, masih adahkah pemuda yang menatap dunia ini. Menatap dunia, menatap Indonesia, atau hanya menatap dirinya sendiri  kemudian membuat visi besar di dalamnya. Aku mungkin tak mampu merealisasikan mimpi besar itu. Namun setidaknya umat ini butuh membuka matanya dan melihat aliran sungai-sungai kecil yang airnya mengalir menuju muara samudera peradaban umat ini. Ini berbicara tentang bagaimana kita memandang hidup. Karena pengaruhnya bahkan harganya akan mempengaruhi goresan amal yang akan kita lakukan Bagaimana tidak jemu dengan kelelahan yang di hadapi. Tapi energi itu akan kembali merasuk pad tubuh ini. Membawakan hembusan dan senyum yang membersamai  goresan amal kita. Manusia diciptakan dengan bentuk yang sempurna. Yang kukagumi dari manusia adalah sala satunya kemampuan untuk menakar dan menghitung bahkan dengan Tuhannya sekalipun ia tetap hitung-hitungan. Allah memang maha mengerti. Tahu sekali tabiat mahlukNya.

Blog Baru

Rabu, 08 Agustus 2012

Musim semi Islam Dimanakah peran kita, saat Islam mulai bersemi ?



Oleh : Eru Zain

Hari ini  kita mungkin menjadi saksi bagaimana kepemimpinan umat sedang bergeliat untuk beranjak bangun dan kembali menjadi salah satu bukti pembenaran informasi yang di sampaikan oleh Rasulullah SAW tentang akan kembali berjayanya Islam. Kita mendengar tentang istilah musim semi arab atau musim semi Islam. Hal ini di  muculkan karena akhir-akhir ini terjadi perjuangan besar-besaran yang mengakibatkan berakhirnya pemerintahan rezim dzalim nan diktaktor Hosni Mubarak di Mesir, Ben Ali di Tunisia hingga Libya Kolonel Gaddafi, sementara Basher al Assad masih hendak terus menggenggam kekuasaannya dan yang lainnya di kebanyakan negara muslim. Pemilihan umum telah terjadi di sejumlah negara dimana kita melihat partai-partai Islam memperoleh kemenangan secara signifikan, sedangkan kaum sekularis menderita kekalahan. Perdebatan dan diskusi tentang konstitusi baru dan peran Islam terus mendominasi Musim Semi Arab.
Agak politis memang, namun kita harus mengikuti perkembangan terakhir mengenai kepemimpinan umat ini. Saya akan sampaikan beberapa informasi yang semoga bisa menjadi wacana sekaligus membangun rasa optimisme umat ini di tengah-tengah kejenuhan dan keterbelakangan yang begitu lama menjangkiti umat ini yang di awali munculnya sebutan “The Sick Man” bagi pemerintahan Khilafah Turki Ustmani. Gelar yang di berikan oleh musuh-musuh Islam ini sampai ke telinga saya ketika saya masih duduk di kursi sekolah dasar beberapa tahun silam. Kemudian saya bersyukur menjadi salah satu saksi pula mengenai beranjak bangkitnya kesadaran umat ini untuk Berjaya kembali bersam Islam yang tinggi ini.
Di Tunisia, Maroko dan Mesir, para pemilih dalam pemilu yang berjumlah jutaan telah dengan jelas menyatakan penentangan mereka terhadap nilai-nilai liberal sekuler dan ada keinginan kuat bagi pemerintahan Islam. Partai-Partai Islam, baik Ennahda di Tunisia maupun Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP) dari Ikhwanul Muslimin di Mesir mendapat dukungan tinggi dari kaum muslimin. Ini terbukti dengan mengantungi banyaknya suara umat Islam yang di limpahkan kepada mereka untuk menginisiatif kebangkitan umat ini. Di beberapa negara lain mungkin tidak harus dengan cara yang sama persis. Namun menurut saya tinggal menyongsong dan menunggu waktunya saja. Kejayaan umat akan kembali dan pemerintah yag dzalim akan di tumbangkan. Jazzaa wifaqo,sebagai balasan yang setimpal terhadap mereka-mereka rezim yang dzalim dan pembalasan yang setimpal juga terhadap sebagian umat ini yang berjuang di dalam merealisasikan kebangkitan umat.
Umat ini akan menemukan kembali semangat zamannya. Kembali akan melahirkan pemuda-pemuda alkahfinya. Kembali melahirkan manusia-manusia terbaiknya karena kejayaan seungguhnya tidak di usung oleh hanya satu orang saja. Melainkan di usung oleh mereka yang berjamaah dalam barisan yang rapih melakukan kerja-kerja perubahan dan menginspirasi serpihan lain dari umat ini. Musim semi Islam bisa saja menjadi momentum awal. Untuk kembali kepada Islam dengan kaffah secara berangsur-angsur. Menghalau fitnah-fitnah yang menggerogoti umat ini.
Sikap yang bijak perlu di tampakkan dalam menyikapinya. Mulai hadirnya cahaya Islam harus di sikapi positif oleh umatnya. Bukan memperbanyak celaan ketika memang masih terdapat beberapa cacat di dalam diri perjuangan. Bukan menggibah dan memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Tidak pula juga mengumbar aurat dan luka borok saudaranya yang sesungguhnya tertatih bersama perjuangan ini namun sebaiknya kita bersama mengawal langkah-langkah menuju kejayaan ini. Jangan sampai ketidakpuasan kita terhadap hasil menjadikan kita lupa untuk terus beramal dan beramal hingga Allah SWT menghendaki kemenangan dan sesungguhnya kemenangan tidak akan di raih kecuali kita telah memenuhi syarat-syaratnya. Syarat-syarat kemenangan ini kita dapati di jelaskan dengan begitu jelas dan mendetail di dalam Alquran itu sendiri dan beberapa di himpun menjadi sebuah khasanah wawasan dalam fiqh At tamkin Wan Nashr.
Dan Indonesia, negara penduduk muslim terbesar di dunia. Saya menaruh harapan besar untuk negeri yang menjadi tempat saya di lahirkan ini. Negeri yang potensi alamnya berlimpah ini. Negeri yang luas wilayah tanah dan airnya. Negeri yang kemerdekaannya telah di warnai oleh aliran dan tetesan merahnya darah para  mujahid dan hitamnya tinta para ulama yang di lahirkan di Indonesia ini dan perjuangan gigih para santri dan pemuda-pemuda Islamnya. Semoga saja Indonesia mampu mengambil peran besar dan ikut berproses untuk mensuksesi kejayaan Islam di bumi ini. Para pemuda muslim Indonesia saatnya mengambil peran besar. Merebut setiap peluang yang ada. Dan mengoptimalkan segenap jiwa dan raganya. Tidak hanya untuk Indonesia melainkan untuk Islam dan umat ini dan aliran kecil sungai perjuangan ini bisa berhimpun di muara kemengangan besar umat ini. Dengan kondisi yang tak separah beberapa negara lain secara gempuran fisik. Ada beberapa peran yang perlu di ambil oleh kita umat muslim di Indonesia.
Beberapa peran yang akan saya ungkapkan hanya mempertemukan potensi yang di miliki oleh umat muslim di Indonesia dengan disiplin amal  yang menjadi serpihan langkah gerak efektif menuju peradaban Islam.
A.    Peran terhadap Internal
            Beberapa peran internal yang harus di kerjakan oleh umat muslim Indonesia adalah merekatkan persatuan umat muslim. Kuantitas umat yang banyak ini menjadi sebuah tantangan sekaligus akan menjadi sebuah bekal ketika kita kan membangun kembali peradaban Islam. Indonesia yang di kenal begitu menghegemoni keragamannya termasuk keragamandi tubuh umat Islamnya sendiri. Berbgai aliran begitu banyak berkembang negeri ini tak hanya yang bersifa furu namun masih saja ada yang berbeda sampai di tingkatan aqidah. Ada prinsip yang harus di tanamkan dalam menyikapi perbedaan di dalam keragaman. Prinsip itu berbunyi “bekerja sama dalam hal yang di sepakati dan toleransi dalam hal-hal yang berbeda”. Saya pikir kita akan sepakat jika jangan sampai ada hal yang berbeda di tataran prinsip mendasar (keimanan) dan kita sangat boleh berbeda dalam tataran cabang atau furu’iyah. Oleh karena itu hal ini juga sekaligus menjadi batasan terhadap beberapa perbedaan yang tidak di bnarkan di dalam Islam.
Ada tarbiyah yang harus di lakukan kepada umat yang belum bisa bersikap bijak menyikapinya dan terkadang perpecahan ini sudah menjadi penyakit lama umat ini. Jika perpecahan ini bisa di minimalisir maka tentunya akan sangat mendukung sekali proses-proses perjuangan. Dan untuk yang satu ini cukuplah kita merenungi kembali ajaran ukhuwah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW yang begitu merasuk di tubuh umat muslim pada masa keemasannya. Peran berikutnya secara internal umat muslim Indonesia harus melakukan Islamisasi di tubuh perjuangannya. Mengembalikan kehidupan umat seutuhnya kepada Al Islam. Setelah melakukan Islamisasi, maka dengan sendirinya akan ada optimalisasi berbagai potensi umat ini baik secara individual maupun secara komunal. Umat muslim Indonesia senantiasa membina kembali pribadi-pribadi generasinya agar menjadi pribadi muslim yang sejati. Membina keluarga yang Islami sebagai penjaga kekokohan kehidupan pribadi bangsanya dan membentuk kehidupan sosial yang Islami. Membebaskan Indonesia dari jerat-jerat kehidupan asing yang meninabobokan sekaligus meraup sumberdaya alam sebanyak mungkin dari negeri yang hijau ini. Umat muslim Indonesia mengirimkan para pemudanya untuk belajar ke negara yang lebih maju dan mengembankan serta mengamalkan ilmunya di Indonesia khusunya.

B.     Peran Eksternal
            Hal yang bisa dilakukan Indonesia adalah melakukan dan mengoptimalkan peran diplomasi di tengah celah-celah sekat-sekat umat yang dibatasi sekat sempit negara-negara. Ketika terjadi beberapa konflik setidaknya Indonesia memberikan bantuan materil kepada saudaranya di negara lain yang membutuhkan.  Bahkan mengoptimalkan lagi peran-peran politik luar negerinya. Indonesia harus menjadi pelopor dan menginspirasi negara-negara muslim lainnya. Bahkan jika memunginkan kita senantiasa mengirimkan dan melakukan bantuan militer walau di dalam kehidupan dunia Internasional pasti mendapat perlawanan dari musuh-musuh Islam. Indonesia harus bisa mengikuti berbagai event yang berbau penyatuan umat Isla sedunia berperan aktif di dalamnya. Dan yang paling penting adalah melakukan berbagai kontribusi yang akan memperdekat jarak menuju kebangkitan umat Islam sedunia dan berdirinya peradaban Islam. Kemudian mensuksesi bersama yang lainnya menunjukan ke mata dunia Internasional bahwa peradaban Islam merupakan ustadziyatul alam menjadi soko guru peradaban dunia.
            Dengan berharap ridha Allah SWT. Marilah kita bersama berandil dalam perjuangan. Kemenangan adalah janji Allah SWT yang pasti dipenuhiNya dan pasti terjadi oleh karena itu melibatkan diri di dalam perjuangannya merupakan sikap terbaik yang harus senantiasa menjadi visi misi seorang muslim. 




Minggu, 05 Agustus 2012

Pesan yang tak ku ungkapkan itu bernama "komitmen"

Malam itu, bersama kantuk yang tak kunjung datang. Aku lupa entah siapa yang lebih dulu mengajak interaksi. Namun cukup banyak yang ingin ku tuangkan melalui kejaran-kejaran pesan singkat Jika dirimu merasakan ini yang pertama kali maka aku pun juga. dan semoga saja bisa menjadi sebuah cita yang kelak aku tunaikan secara jantan. masih ingatkah waktu itu aku merasakan yang baru yang lebih bermakna dan ada degupan mimpi suci yang aku niatkan. sengaja aku tak mengabarkannya karena bisa jadi ini akan merusak hati dan sekaligus merusak titipan yang Allah titipkan di celah-celah keimanan itu. Kini seperti tak ada penolakan lagi atau masihkah aku yang terlalu tinggi menerbangkan sayap kendali. Entahlah, yang ku tau kau masih seorang yang beriman. Aku belajar cinta dari seorang syaikh Sayyid Quthb, ia mengajarkanku banyak. mengajarkan arti perjuangan yang sesungguhnya. walau aku tak kan mampu mengejar keheroikan daya juangnnya. Ia seorang pejuang yang ternyata punya pula janji suci yang tentunya tidak ia ucapkan langsung namun hanya ia pendam sebagai kekuatan atau bisa jadi tak pernah ia wajahkan kepada sosok yang memikat hatinya. cukup Allah saja yang tahu setiap amalan tertentu telah di tentukan waktunya kita tunggu saja waktu mainnya. aku pun tak akan khawatir jikalu kau di cintai oleh orang yang kucintai juga karena ini pun ku temukan di dalam kisah yang bercerita tentang kemegahan hati para sahabat Rasulullah. kemegahan hati itu berceloteh bahwa "aku mencintai setiap insan yang beriman siapapun ia" . Menjadi orang yang sabar sekaligus sadar itu penting. Sabar menjalani titipan juga sadar bahwa itu memang hiasan semata. ketahuilah ada yang lebih istimewa dari duniadan seisinya. Bukan bidadari yang menjadi motivasi masuk surga namun karena Allahlah motivasi tertinggi. Aneh memang ketika ada seorang sufi yang rela dan bahagia masuk neraka jika memang kehendak itu merupakan Keridhoan Allah untuknnya. Apalagi yang aku, yang tak seberapa memandangmu. menurutku keimananmu lebih kuat di bandingkan godaan tentangku. yang ku tahu kau tidak narsis tapi tetap eksis. dan biarkan aku cukup tahu sedikit saja tentang dirimu karena aku tak butuh banyak. aku hanya butuh komitmen iman. bertemu karena iman dan berpisahpun karena iman. kemudian ada semangat yang ingin ku sampaikan semangat itu bernama "dakwah". inilah semangat yang akan ku bawa dan ku pertahankan jika Allah berkehendak mempertemukan kita bersama titipan cintaNya. dan yang ku tahu kaulah orangnya. kaulah orangnya yang senyuman imanmu memancarkan kesejukan untukku. ah maaf bukan untukku lebih tepatnya untuk orang-orang di sekitarmu dan aku sedang berada di luar pagar rumah hatimu yang hndak mengetuk pintunya dengan ucapan "basmallah". terimakasih atas warna tarbiyah yang pernah engkau bagi. terimakasih pula engkau telah mengajariku arti kesucian itu. dan terimakasih telah berbagi semangat. banyak sekali yang ingin ku ceritakan untukmu. tataplah mushaf alquran maka niscaya aku pun menatapnya kita bersama menatap bersama menatap tulisan indah kalamullah dan kita menitikan air mata bersama atas nama ketaatan. Ramadhan kali ini semoga saja menjadi Ramadhan terakhir karena besok aku akan "ssst" mengajakmu bekerja sama mau? kita songsong bersama indahnya hidup dengan iman. dan menyempurnakan iman itu adalah tahta suci yang harus kita raih. semoga bersama akan saling menguatkan.
oh iya aku juga ingin bercerita bahwa fitnah itu semakin menjadi-jadi. sepertinya aku harus bersegera mengetuk pintu rumah orang tuamu dan kalau bisa kau pun segera membukakan pintu itu.

seorang ibu : "ujang ti mana ?, saha namina teh ? bade naon ka rorompok ibu ?"
sayah : "abdi ti parung bu. nami abdi muhammad zain ?, bade naroskeun pun ibu gaduh putri, neng "..." "
*hahahaha menghayalkan detik-detik mendebarkan itu. tapi insya Allah sayah siap. Bismillah... "kan ada Allah". meminjam perkataanmu juga. hehehe

Sabtu, 04 Agustus 2012

muara yang segar airnya itu bernama Allah SWT

cukup lisan ini sedikit saja bertutur tentangnya. karena walau seperti itu pun gelora dan hasrat begitu besar bahkan jiwa seperti tak sanggup menahannya. yang paling mulia ketika puncak rasa itu telah bercokol adalah dengan menjaga hawa nafsu dan jika memang terbukti ia juga merasakan hal yang sama. maka segeralah berproses untuk menghalalkannya. Imam Syafi'i rahimahullah ketika di hadapkan dengan beberapa pilihan maka yang di pilih adalah yang menyelisi hawa nafsu. hasyrat itu bernama keridhoanNya dan Syurga. ada balutan menawan yang harus di lekatkan pada cinta yaitu balutan keimanan. tiada semangat yang paling menghangatkan untuk membersamai dua cinta anak manusia yang beriman dalam menghalalkan cintanya selain semangat dalam bingkai dakwah. sikap yang mulia dalam berproses adalah tawakkal kepada Allah yang maha berkehendak. dan senyum yang paling manis adalah senyum kehalalan yang berpotensi melahirkan kebarokahan di dalam membangun peradaban dan berlayar bersama di lautan kehidupan. ada yang tak sampai untuk mengunkapkan gelora. namun semua cinta harus di kembalikan kepadaNya. dan bukan kah setiap detik Allah setia menunggu untuk menjadi peneriama cinta dari kita. walau bisa saja sayap cinta tak berkibar di dunia maka akhirat begitu kekal untuk memanen yang lebih besar dan hakiki. tak bisa ku bayangkan keuatan itu. kekuatan yang Allah titipkan melalui hambanya yang sedang mnyemai cinta hakiki. betapa rahmat tak kan henti turun membersamai mereka yang menjadikan jalan cinta sebagai jalan taqwa. jika di dunia saja kekuatan itu bisa di wujudkan semegah karya yang bernama istana taj mahal. maka bisa di pastikan ada istana di syurga yang isa di bangun dengan kekuatan itu.

#besama penapakan perjuangan menelusuri jalan angin Jawa Tengah - Jawa Barat sampai Banten dalam senyuman mentari pagi di sudut Kota Purwokerto... >Eru Zain

Sahabat Dari Syurga

Tak ada kawan memang yang seperti dulu, yang selalu membersamai hati,  harga ukhuwahnya tak akan mampu di bayar kecuali dengan syurga. apakah peraaudaraan itu seperti cermin yang ketika kau berikan sebuah wujud ia akan memantulkan penggambaranmu. atau peraaudaraan itu  bagaikan air hujan di musim kemarau yang kehadirannya melepaskan dahaga jutaan mahluk di bumi.

Dalam hasrat ini aku ingin belajar pada sang khalifah ke dua yang begitu kebal untuk mengharap rasa iba dari orang lain kecuali berharap pada Allah swt saja. tak usah bersedih ketika perutmu tergopoh karena kelaparan dan tersenyumlah melihat saudara mu begitu menikmati rasa kenyang. Bukankah rasulullah saw paling banyak mengikatkan batu di perutnya. Seharusnya ini jadi momentum untuk mengevaluasi bahwa kau bukan siapa-siapa. biarkan kau yang tak di perdulikan karena selalu ada sahabat dari syurga yang selalu membersamaimu

Rabu, 01 Agustus 2012

lintan65ubuh

Masih saja aku terkesan dengan bintang yang sering ku lihat di kala kaki ini berjalan menuju masjid di waktu subuh...
bersama dingin inilah waktu itu aku ingin memberikan nama kesan itu dengan sebuta "lintan65ubuh".
kadang ia di bersamai al qamar yang sepi menatapku penuh terang. Mungkin hanya desahan tasbih jika aku berkesempatan bertemu bintang. bintang yang tersebar membentang memenuhi ronga langit yang di saksikan di pagi hari lebih indah di banding wajahnya yang d pandang di awal malam. Perbedaannya lebih syahdu. jika kusaksikan di subuh hari maka hanya sedikit sekali yang menikmatinya. mungkin karena di negeri ini kebanyakan ini waktu yang nyaman untuk menarik dan membetulkan selimut dan bermalas-malasan. ada lagi yang menambah kesan yang di berikan oleh bintang itu. aku pun sering mengendap mengintipnya yang berkedip. ia yang menemani ku untuk berlomba denbgan para kakek-kakek yang beranjak berangkat ke masjid. dan untuk mengejar 2 rakaat itu. karena janjiNya bahwa dua rakaat itu lebih besar harganya dari dunia dan segala isinya. mantap bukan. kalau pun aku harus mencari pendamping hidup. mka aku akan meminta istri yang mampu menyemangatiku dan membangunkan aku untuk senantiasa berpagi di masjidNya. mungkin ku maskkan kedalam proposal cinta bersama doa. ayo kejar keindahan itu bersama embun pagi dan kadang kabut tipis pun turun bersama senyumanku.

Bersama dinginnya pagi kota purwokerto.... eru zain

masih tentang dia#1

Berjalan lah ia, seorang pemuda dengan kepala tertunduk dan hati yang masih menyimpan rindu. menelusuri trotoar jalan multatuli jalan termegah di sini yang panjangnya mungkin hanya dua kilometer saja. bunyinya mungkin perpisahan atau apa lah, sulit sekali untuk di definisikan seperti hujan di kota bogor.baru saja berpisah beberapa menit tapi serangan-serangan rindu begitu ganas duduk di pundaknya.
ini bagian episode gerimis, ia harus berpisah. untuk bertemu lagi saja entah bisa atau tidak. ia harus pergi. sepertinya tugas telah usai ia kerjakan di kota kecil ini. namun seperti ada gunung yang ingin ia pangku untuk di bawa. sudahlah cukup malam itu hati mu menawarkan kepadanya untuk berpengantin sejenak bersama syahdu nya air mata di atas sajadah.
jika kerinduan ini boleh di tampilkan maka ia akan  mengungkapkanya dengan episode gerimis dan sembabnya air mata karena genangannya tertahan.

dan dulu pun pernah berjalan. ketika biru putih menghiasi langit dan pakaiannya. ia berjalan atas ketidak kuasaan akan berbagai hal yang belum sanggup untuk di lakukan. ia memilih kabur dan mengelak berderu ucapan bahwasanya ia hanya ingi berkasih dengan buku dan alat tulisnya saja. jalan yang satu tanpa ia mengert ikenapa harus menangisinya bahkan terang-terangan lagi. huh sebalnya. ini masa indah di angka tiga. namun aku sama sekali tak tertarik. walau kadang ia juga tak menampakkan yang ada di hati. bahwa ada suara yang waktu itu ingin sekali selalu menghiasi keheningan telinganya. berharap dia menyapanya dan bercengkerama berdua saja dan itu masih di bawah langit yang biru

berjalaln lah lagi ia. masih dalam episode gerimis. jalan yang satu lagi. ia tak mengenalnya. dasar bajingan. untuk berbicara di depannya saja kau tak mampu. kini ia yang dekat yang bisa kau ajak berbicara melalui jari-jari tangan mu. ia selalu mencuri pandangan di balik jendela di melihat ke ruang kelasnya yang ada di bawah. cukup episode gerimis yang tersenyum. akhirnya ia bisa berbicara banyak padanya setelah proses pertemuan yang tak di sangka.

tangan ini masih ingin membersamai ceritanya. namun tak kan mampu kecuali kenangan berlembar itu di bukanya tiap wajahnya yang mugkin telah usang bersama hentakan nafas malam yang dingin menggigil menunbggangi rongga dan punggungnya. kali ini tentang terdiamnya ia di atas genteng dan berbicara pada langit malam. ah sepertinya ia malu untuk mengakuinya. bahwa kini ia kembali terjatuh. di bagian yang ini bilang saja ia kandas dan mendapati tangannya yang bertepuk satu. maka jadilah ia bergila-gila menyukainya. namun setelah kau berani mengunkapkannya ia tetap saja seperti banjingan.sedikit sekali kau bersedih setelah mendengar kabar kepergiaannya untuk selamanya.

episodenya sampai di sini dulu karena gerimis di rumah sakit berubah menjadi badai yang mencekam... itu jalan ceritanya selanjutnya. dan masih berjalan menundk dn bersedih di bawah guyuran hujan malam... namun di situlah ada pintu yang membawanya menyalurkan rasa.

Selasa, 31 Juli 2012

Bersahabat Dengan Embun Pagi

bersama dhuha, tangan ini bergerak berselancar di atas keyboard.
berkehendak mengungkapkan risalah jiwa dalam dekapan hangatnya sinar matahari.
aku ingin bersahabat dengan embun pagi.
karena ia adalah himpunan kasih yang turun lebih awal di malam hari dan tetap terjaga sampai pagi menyapa.
sejuknya senantiasa menyelimuti kegundahan rumput-rumput hijau.
duhai embun pagi engkau begitu setia menjalankan titah Tuhan.
sering kaki ini menerpamu tanpa sadar dan tanpa menyapamu di kala aku berjalan menelusuri jalan setapak menuju masjid.
di kala hari masih gelap engkau mebersamai syahdunya bacaan ayat-ayat Alquran.
kehadiranmu adalah keberkahan dari sekian nikmat yang harus di syukuri.
kebeninganmu membentang sepanjang ruang udara yang kau tunggangi.
dan engkau pun kembali menguap kelangit tat kala surya memuntahkan  sinar hangatnya.
banyak kisah dan cerita dalam episode hidupku yang selalu kau bersamai. aku ingin bersahabat dengan mu agar kebermaknaan hakiki itu tetap terjaga.
jadikanlah aku sahabatmu agar kelak kita akan bercerita dan bersahut tentang makna cinta.
izinkan aku bekawan denganmu hingga setiap kali datangnya pagi aku bisa tersenyum menatapmu dan menatap dunia ini.

Eru Zain

Good By Days#

di Purwokerto.
Bersama soreMu yang tak henti memberikan kehangatan jiwa.
Eru Zain 


Terdamparlah gelapnya hari yang enggan menengadah untuk memberikan senyum terbaik pada dunia. huh . . .  hari yang melelahkan. tapi aku tak akan merasa cukup dengan ini. lihatlah mereka yang telah tampil di pentas di dunia kemudian tersenyum untuk beranjak tidur menunggu hari berbangkit. jutaan mimpi telah nyata terlukis di coretan-coretan kecil yang Allah alirkan melalui episode setiap hambaNya. banyak cerita yang telah terkisah dan warnanya pun bak pelangi yang berada di bawah langit awan-awan bunga mawar.
Selamat tinggal hari-hariku. engkau begitu berharga. engkaulah guru yang aku banyak melupakan pelajaran yang senantiasa kau berikan. Maafkan aku yang lalai untuk mengeja kata indah perjalanan hidup. Inspirasi tak kan mati ketika aku pun tak berhenti untuk berniat mencelotehkan karya terbaik. semoga saja semua ini menjadi bagian dari bab-bab lembaran sujudku pada Allah. bentuk syukur yang berhimpit berjalan bersama beriringan dengan kesabaran, senantiasa menjadi generator amal yang ealalu menggerakan geriginya menggerus kesia-siaan. dan gerak itu tak lain untuk diriku sendiri dan kulipatgandakan sujud ketika mampu menjadi mata air untuk hidup oranglain juga.
Good By Days...
aku kan terus berjalan menjejakimu bersama lantunan tasbih karena ku rindu dekapan itu. dekapan rahmat Allah SWT. tempat di mana kapal-kapal pelayaran cinta terbesar dan terdahsyat berlabuh untuk menumpahkan kehambaan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More