This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Senin, 08 Oktober 2012
Catatan Aksi 8 Oktober 2012 #SAVE KPK#SAVE INDONESIA
Rabu, 03 Oktober 2012
Kau dan kotamu Yang Bercahaya
sambil ku lafalkan doa dan menaburkan rindu di atas pusara...
aku yang tak kan pernah mendapatkan jawaban itu.
karena jawaban itu telah terkubur di dalam tanah merah yang dingin.
aku yang masih menunggu berharap
sambil memanggil kau di dalam tidur-tidurku di malam yang pekat
seperti baru saja kemarin angin pan
gerimis tipis pun turun pelan menumbuk butiran pasir putih teluk penyu
puranama kembali menyapa menyalakan lilin-lilin rindu di dadaku
hanya bibirku saja yang baru mampu tersungging menyapa tempat terakhir di mana aku melihat kaki mu
di ruang IGD itu aku mengantar senyum terakhirmu yang terbang meninggalkan
pertanyaaan yang belum sempat kutanyakan pula
dan semoga kau pun mengerti ketika mataku bias hendak mengalirkan kesedihan
akhirnya semua akan tiba di mana aku akan tegak berdiri
menatap langit dan menyambut Kau
ang baru yang aku akan menganggap kau sebagai dirimu
dan menganggap ia bagian dari dirimu...
karena ada kasihku yang akan aku titipakan melaluinya, bersamanya...
dan aku akan tetap mengenangmu di atas kota yang bercahaya...
akhel
Sepasang Bunga Yang Terpisah
ada manusia yang berceloteh tentang tingginya gunung
ada juga manusia yang bermimpi tentang birunya langit yang dibalut putihnya awan
ada pula yang berbagi tentang hangatnya angin pantai di senja hari bersama para pelaut yang mengembagkan layar kapalnya
dan aku akan bercerita tentang mereka yang tak pernah menyimpan janji untuk berbagi kasih
Jika ada lembah yang curam maka lembah itu adalah perasaanku yang pernah di bersamaimu
jika kau pergi tanpa kata maka jejak-jejakmu menarik jemariku untuk menuliskan pesan kemisterian mu.
ada cerita yang tak sempat ku bagi bersamamu dan cerita itu adalah cerita ksedihan karena kau telah pergi
kalau lah ada telaga yang tak yang tak di huni oleh lincahnya ikan-ikan kecil maka itulah aku yang tak lagi menyambung senyum-senyum canda kita
puluhan purnama telah beredar di mataku namun aku lupa sudah berapa edaran ia tak memelukmu lagi
ada air pantai yang pernah mengelitik pijakan kaki ini bersama pasirnya yang hendak melahap
ada angin bersama gerimis yang menampar badan ini namun waktu itu yang ku ingat tak lain senyum-senyum kita yang menghentikan mata agar tak terpejam membersamaimu
dan aku pun ingin cerita tentan air mata yang ku relakan berjatuhan di keramaian sebagai salam hanga mengantar kepergiamu
dan ada lag satu hal yang belum sempat aku tanyakan padamu
yaitu tentang kita tentang aku dan kau karena aku yang hendak merelakan masa lalu dan hendak pergi pula bersama mu...
Minggu, 23 September 2012
Pecahan jiwa dalam melodi air mata
ia membawaku ke dalam ruang sedih.
bergetarlah harapan itu menggemparkan
dan menarik aliran air mata yang perlahan turun dari celah yang binar.
petikan dawainya menyatu dengan irama hati yang sedang diam
termenung memandangi wajah langit yang tak beseri lagi
bertuturlah bibir ini bergerak membisikan rindu
dan aku berperan menjadi punuk yang merindu itu
semburat mahameru menduduki dada ini
dan tersesakilah ia dengan kemuraman senyum
ku tutup kelopak mata dan ku menerawang lebih dalam
nada-nada yang semakin menderaskan aliran kesedihan
adakah butir cinta dapat ku rajut menjadi
sebuah tali kokoh yang akan menuntunkun berjalan
mendatangi sang empuya jiwa ini.
bola mata yang berbinar semakin menjerit ketika ku tutup
dunia pun lenyap dan hadirlah klise-klise harapan yang kunjung tertunai..
dan kini air mata itu telah sampai di ujung dagu
ia telah melewati jalur pipi yang tak rata
perlahan mulai menjatuhkan diri
bersama asa yang tak menyala lagi
dan aku ingin tidur sejenak
mengaharap masih ada mimpi yang bisa di putar
ku jejaki alam indah penuh pesona
dan serpihan rindu ingin memecahkan sepi
aku yang terpenjara
ingin mati dari kematian...
Eru Zain...
Rabu, 19 September 2012
Behind The Scene, Ketika Tulisanku Pertama Kali Di Muat Di Koran
Bismillah...
Hanya ingin meluapkan saja rasa kesyukuran kepada Allah SWT. Alhamdulillah mendapatkan sebuah kebahagiaan yang mungkin perasaan ini pernah dirasakan oleh hamba-hamba Allah yang telah lebih dulu di perkenankan oleh Nya. Jika seseorang pengusaha yang sukses dengan perusahaannya ia bersyukur dengan cara berbagi mengeluarkan sebagian hartanya untuk di bersihkan atau di shadaqahkan maka menurutku seorang penulis bersyukur dengan cara berbagi inspirasi kepada yang lain dengan terus menulis. Oleh karena itu tulisan ini aku buat untuk mengungkapkan rasa syukur itu. OK, ini tentang cerita ketika pertama kali tulisanku tembus di koran. Berawal dari rasa pengharapanku ketika aku dan kawan satu departemen di Kebijakan Publik KAMMI Daerah Purwokwerto. Waktu itu kami menggagas program lomba essai untuk para kader. Rencananya essai yang terkumpul akan di bukukan dan punya ruh gerakan di balik agenda tersebut. Rencananya tema essainya itu mengenai gagasan kritis terhadap kinerja Pemerintahan Kabupaten Banyumas soalnya dalam waktu beberapa bulan lagi akan ada pesta demokrasi yaitu pilkada Banyumas. Harapannya kader terpicu untuk beramal ilamiy melalui tulisan.
Aku pikir jika essai-essai yang di rencanakan telah masuk media terlebih dahulu maka tentunya punya daya jual yang lebih ketika nanti dikumpulkan untuk di susun menjadi buku. Selain itu kami merencanakan pula beberapa tokoh publik akan kami minta pula untuk menyumbangkannya. Karena begitu minim partisipasi dari kader, akhirnya agenda ini kita padukan dengan agenda kaderisasi yaitu SCGD (Short Course Gerakan Daerah). Kegiatan berupa kunjungan ke tokoh yang ada di Banyumas dan syarat untuk mengikutinya adalah membuat tulisan essai dengan tema yang telah di maksud. Beberapa kader pun mengikuti agenda tersebut dan mereka yang mengikutinya mempunyai tugas menulis tersebut dan berhutang jika belum menunaikannya. Waktu SCGD pun berakhir namun ternyata kader sangat susah untuk bergegas menulis bahkan yang menunaikan tugas itu hanya beberapa saja tidak sampai penuh lima jariku untuk mewakili mereka. Ya sudahlah aku berinisiatif mengirimkan tulisanku yang awalnya sebagai tugas itu ke media. Aku memilih harian Satelit Post. Sebelumya ada rekanku wapres BEMU telah mengirimkan tulisan kesana dan berhasil di muat. Bukan Koran yang besar memang namun terakhir aku mendapatkan isu kalau pendapatan satelit post telah melebihi pendapatan media sejenis yang lainnya yang ada di Banyumas. Tetapi entah akan di teruskan atau tidak proyek pengumpulan tulisan itu rasanya masih jauh sekali apalagi sampai untuk di cetak menjadi naskah buku.
Karena bingung awalnya menentukan judul, aku memberikan judul artikel itu dengan tajuk “Banyumas oh Banyumas”. Akupun memutar otak memikirkan judul yang layak untuk di muat di media. Maka aku pun mengganti tajuknya dengan judul “kemanakah kumandang visi misi kepemimpinan Banyumas”. Aku pun melakukan edit sedikit karena yang kutahu karakter tulisan yang akan di kirim ke satelit post itu di batasi jumlah karakternya. Dari empat halaman essai tereduksilah menjadi dua halaman saja. Dan pagi itu hari Selasa tanggal 18 September 2012 aku resmi mengklik ikon “send” di akun gmailku melayangkan email ke redaksi. Waktu itu tak punya harapan banyak. Dan tepat esok harinya Rabu, 19 September 2012 sekitar jam delapan pagi ada kawanku akh Muharam yang sms “Tulisan Eru Zain masuk satelit post”. Kemudian beliau sms lagi “akh tulisan antum tolong kirim ke emailnya pak Arif yah...”. Waktu itu aku baru bangun karena bakda shalat subuhnya aku lanjut tiduran di kasur sambil berdzikir. Sambil menguap dan mengucek mata aku bangun jam delapan lebih dan pada saat itulah aku terkejut membaca sms dari kawanku itu. Tersentaklah aku pada saat itu. Kaget, aneh, terkejut, sekaligus tersenyum puas dan merasa senang mendapat kabar itu. Pasalnya baru satu hari tulisan itu langsung di muat. Dan anehnya dari yang aku tahu kalau tulisan kita dimuat di media maka media tersebut memberitahukan, tapi nyatanya aku tak mendapati kabar dari media tersebut. Padahal aku sudah menyertakan nomor Hpku bersama di dalam kiriman tulisan pada saat itu. Aku pun bergegas ingin melihat tulisanku yang di muat itu. Maka aku pergi ke tempat dimana biasa koran itu di jajakan. Dan aku pun tersenyum melihat foto narsisku nampang di pojok tulisan. Dan ternyata judul tulisanku ada yang di buang oleh editor dari yang bertajuk “kemanakah kumandang visi misi kepemimpinan Banyumas?” dan yang di muat berjudul “kemanakah visi misi kepemimpinan Banyumas?”,kata “kumandang” dihapus oleh editor. Tak apa mungkin dianggap rancu. Yang penting narsis. Hehe maklum orang Bogor yang punya slogan “biar tekor yang penting kasohor” katanya. Tapi aku berlindung kepada Allah dari sifat ingin kasohor/ingin di pandang.
Aku pun bergegas mengirimkan forwad email ke pak Arif. Oh iya mungkin kawanku akh Muharam yang mengabarkan tuliasan itu ke pak Arif. Yang katanya ingin membaca tulisanku. Lalu siapakah pak Arif itu ? Beliau adalah salah satu tokoh di Wilayah Jawa Tengah tepatnya beliau salah satu orang yang berkecimpung di salah satu partai politik. Dan merupakan salah satu tokoh yang aku bertandang kerumah beliau ketika agenda SCGD. Semakin menyungginglah senyumku. Dan tak lupa aku memuji rabbku. Segala puji bagi Allah swt dzat yang telah berfirman Alquran Surat Al Qalam. Terimakasih yang telah menginspirasiku untuk mencoba mengirimkan tulisan ke koran. Akh Jusman Dalle yang tulisannya telah banyak yang di muat di koran, Akh Khoirun Wapres BEMU yang pernah menyuruhku menulis dan mengirimnya kemedia, mas Bramma Aji Putra dengan tuntunan dalam bukunya “Menembus Koran Edisi II”, mas Muharam juga yang ngasih kabar via smsnya mungkin kalau gak di sms mungkin saya gak bakal tahu. Buat redaktur Satelit post bilang makasih ngga yah ? tik tok tik tok... mikir dulu,,, eh iya deh bilang makasih aja. Hehehe.
Salam Pena ....
Eru Zain
KAMMI PURWOKERTO BEKALI RATUSAN MAHASISWA BARU
Mushola Al hidayah, Grendeng Purwokerto 23 Syawal 1433... "menapaki langkah awal membentuk biah Islami"
Tak harus membenci senja
Di kala senja tiba. mungkin banyak yang kita lalui hari ini. Pemuda itu datang menyapa senja dengan wajah yang penuh letih. kehidupan dunia adalah ujian bagi manusia. jika di dapati kelelahan setelah berbagai ujian menggerayangi jiwa dan raga ini. maka sikap yang paling baik adalah berikhlas. jauh dari salah satu ruang terdalam di dalam hati akan meminta hak untuk rehat dari berbagai kehidupan yang fana. dunis memang harus di genggam oleh tangan maka alangkah bijaknya jika kita menyiapkan tangan kekar untuk di persiapkan menggenggam dunia. dan akhirat, maka akhirat harus memenuhi rongga dada ini. dan senja adalah pintu menuju malam. di malam lah seharusnya hati ini mendapatkan suplay lebih. dan tak harus kita membenci senja. jika senja memang akan membukakan pintu sapaannya bahwa malam siap menemani kita untuk lebih dekat dengan sang pemilik hati sekaligus pemilik raga kita. tak harus membenci senja jika karena kau mencintai pagi. biarkan senja dan pagi semuanya menyapa kita dengan cara mereka masing-masing. dan tak harus membenci senja jika terang matahari senja sebenarnya begitu meneduhkan. tak harus membenci senja jika kita tak merasa puas dengan terik siang hari karena itulah manusia yang tak sepi dari ketidakpuasan. tak harus membenci senja ada harapan bersama senja. dan salah satu harapku ketika bertemu dengan senja. ada bidadari yang membersamaiku untuk melantunkan dzikir-dzikir petang. belum ada untuk saat ini mungkin masih ilusi. dan semoga bersama senja aku tak lupa bahwa besok sambil menatap senja yang beranjak meninggalkan pelupuk. aku duduk berdua, bertiga atau berempat bahkan lebih banyak. ah tidak cukup duduk berdua dan bergandengan menatap senja bersama sang kekasih. Bersama cinta tak harus membenci syurga...
Pemuda itu semoga tidak sedang "GALAU"
Pemuda itu memandangi beberapa orang-orang yang melintas di jalan. ada yang berjalan kaki dan banyak pla yang berkendaraan sepeda motor bahkan beberapa mobil masih segan melintas. Ada yang sendirian dan banyak pula yang berpasangan mungkin mereka sepasang kekasih atau hanya sebatas teman saja. Yang jelas pemuda itu sedang sendirian. Pemuda itu masih memandangi jalanan berdebu. di seberang jalan di depan tempat fotokopi ia mandang lebih serius lagi sepertinya ada yang ia kenal. sepeda motor itu ia pandangi dari seberang jalan dan tak lama ia melihat dan benar ia bersama pemiliknya. Pemiliknya itu sekuntum bunga. sekuntum bunga yang beberapa kali pernah bertemu di rumah sakit. Jelas saja rumah sakit karena besok ia akan jadi Dokter muda...
Pemuda itu malu. Malu menatap sekuntum bunga. karena ia bunga haroki. satu kuntum dari banyaknya kuntum bunga-bunga haroki. Pemuda itu bukan apa-apa di bandingkan bunga haroki. bahkan i pemuda itu hanya tangan yang tak kekar baka untuk menopang dirinya saja. Salam ukhuwah dari pemuda itu . . . bersama senyum bintang. EruZain Purwokerto 6 September 2012.
mendebarkan #episode2 awal
aku melihatnya cemas ataukah aku yang sedang cemas. semoga bukan aku... Ini misteri aku jadi tak mampu menengadahkan pandang karena aku tak kuasa... ada rencanaNya yang lebih indah nan lebih Agung... "bismillah" saatnya beristikharah...
Decak Peradaban
Rabu, 08 Agustus 2012
Musim semi Islam Dimanakah peran kita, saat Islam mulai bersemi ?
Minggu, 05 Agustus 2012
Pesan yang tak ku ungkapkan itu bernama "komitmen"
Sabtu, 04 Agustus 2012
muara yang segar airnya itu bernama Allah SWT
Sahabat Dari Syurga
Rabu, 01 Agustus 2012
lintan65ubuh
bersama dingin inilah waktu itu aku ingin memberikan nama kesan itu dengan sebuta "lintan65ubuh".
kadang ia di bersamai al qamar yang sepi menatapku penuh terang. Mungkin hanya desahan tasbih jika aku berkesempatan bertemu bintang. bintang yang tersebar membentang memenuhi ronga langit yang di saksikan di pagi hari lebih indah di banding wajahnya yang d pandang di awal malam. Perbedaannya lebih syahdu. jika kusaksikan di subuh hari maka hanya sedikit sekali yang menikmatinya. mungkin karena di negeri ini kebanyakan ini waktu yang nyaman untuk menarik dan membetulkan selimut dan bermalas-malasan. ada lagi yang menambah kesan yang di berikan oleh bintang itu. aku pun sering mengendap mengintipnya yang berkedip. ia yang menemani ku untuk berlomba denbgan para kakek-kakek yang beranjak berangkat ke masjid. dan untuk mengejar 2 rakaat itu. karena janjiNya bahwa dua rakaat itu lebih besar harganya dari dunia dan segala isinya. mantap bukan. kalau pun aku harus mencari pendamping hidup. mka aku akan meminta istri yang mampu menyemangatiku dan membangunkan aku untuk senantiasa berpagi di masjidNya. mungkin ku maskkan kedalam proposal cinta bersama doa. ayo kejar keindahan itu bersama embun pagi dan kadang kabut tipis pun turun bersama senyumanku.
Bersama dinginnya pagi kota purwokerto.... eru zain
masih tentang dia#1
ini bagian episode gerimis, ia harus berpisah. untuk bertemu lagi saja entah bisa atau tidak. ia harus pergi. sepertinya tugas telah usai ia kerjakan di kota kecil ini. namun seperti ada gunung yang ingin ia pangku untuk di bawa. sudahlah cukup malam itu hati mu menawarkan kepadanya untuk berpengantin sejenak bersama syahdu nya air mata di atas sajadah.
jika kerinduan ini boleh di tampilkan maka ia akan mengungkapkanya dengan episode gerimis dan sembabnya air mata karena genangannya tertahan.
dan dulu pun pernah berjalan. ketika biru putih menghiasi langit dan pakaiannya. ia berjalan atas ketidak kuasaan akan berbagai hal yang belum sanggup untuk di lakukan. ia memilih kabur dan mengelak berderu ucapan bahwasanya ia hanya ingi berkasih dengan buku dan alat tulisnya saja. jalan yang satu tanpa ia mengert ikenapa harus menangisinya bahkan terang-terangan lagi. huh sebalnya. ini masa indah di angka tiga. namun aku sama sekali tak tertarik. walau kadang ia juga tak menampakkan yang ada di hati. bahwa ada suara yang waktu itu ingin sekali selalu menghiasi keheningan telinganya. berharap dia menyapanya dan bercengkerama berdua saja dan itu masih di bawah langit yang biru
berjalaln lah lagi ia. masih dalam episode gerimis. jalan yang satu lagi. ia tak mengenalnya. dasar bajingan. untuk berbicara di depannya saja kau tak mampu. kini ia yang dekat yang bisa kau ajak berbicara melalui jari-jari tangan mu. ia selalu mencuri pandangan di balik jendela di melihat ke ruang kelasnya yang ada di bawah. cukup episode gerimis yang tersenyum. akhirnya ia bisa berbicara banyak padanya setelah proses pertemuan yang tak di sangka.
tangan ini masih ingin membersamai ceritanya. namun tak kan mampu kecuali kenangan berlembar itu di bukanya tiap wajahnya yang mugkin telah usang bersama hentakan nafas malam yang dingin menggigil menunbggangi rongga dan punggungnya. kali ini tentang terdiamnya ia di atas genteng dan berbicara pada langit malam. ah sepertinya ia malu untuk mengakuinya. bahwa kini ia kembali terjatuh. di bagian yang ini bilang saja ia kandas dan mendapati tangannya yang bertepuk satu. maka jadilah ia bergila-gila menyukainya. namun setelah kau berani mengunkapkannya ia tetap saja seperti banjingan.sedikit sekali kau bersedih setelah mendengar kabar kepergiaannya untuk selamanya.
episodenya sampai di sini dulu karena gerimis di rumah sakit berubah menjadi badai yang mencekam... itu jalan ceritanya selanjutnya. dan masih berjalan menundk dn bersedih di bawah guyuran hujan malam... namun di situlah ada pintu yang membawanya menyalurkan rasa.
Selasa, 31 Juli 2012
Bersahabat Dengan Embun Pagi
berkehendak mengungkapkan risalah jiwa dalam dekapan hangatnya sinar matahari.
aku ingin bersahabat dengan embun pagi.
karena ia adalah himpunan kasih yang turun lebih awal di malam hari dan tetap terjaga sampai pagi menyapa.
sejuknya senantiasa menyelimuti kegundahan rumput-rumput hijau.
duhai embun pagi engkau begitu setia menjalankan titah Tuhan.
sering kaki ini menerpamu tanpa sadar dan tanpa menyapamu di kala aku berjalan menelusuri jalan setapak menuju masjid.
di kala hari masih gelap engkau mebersamai syahdunya bacaan ayat-ayat Alquran.
kehadiranmu adalah keberkahan dari sekian nikmat yang harus di syukuri.
kebeninganmu membentang sepanjang ruang udara yang kau tunggangi.
dan engkau pun kembali menguap kelangit tat kala surya memuntahkan sinar hangatnya.
banyak kisah dan cerita dalam episode hidupku yang selalu kau bersamai. aku ingin bersahabat dengan mu agar kebermaknaan hakiki itu tetap terjaga.
jadikanlah aku sahabatmu agar kelak kita akan bercerita dan bersahut tentang makna cinta.
izinkan aku bekawan denganmu hingga setiap kali datangnya pagi aku bisa tersenyum menatapmu dan menatap dunia ini.
Eru Zain
Good By Days#
Bersama soreMu yang tak henti memberikan kehangatan jiwa.
Eru Zain
Terdamparlah gelapnya hari yang enggan menengadah untuk memberikan senyum terbaik pada dunia. huh . . . hari yang melelahkan. tapi aku tak akan merasa cukup dengan ini. lihatlah mereka yang telah tampil di pentas di dunia kemudian tersenyum untuk beranjak tidur menunggu hari berbangkit. jutaan mimpi telah nyata terlukis di coretan-coretan kecil yang Allah alirkan melalui episode setiap hambaNya. banyak cerita yang telah terkisah dan warnanya pun bak pelangi yang berada di bawah langit awan-awan bunga mawar.
Selamat tinggal hari-hariku. engkau begitu berharga. engkaulah guru yang aku banyak melupakan pelajaran yang senantiasa kau berikan. Maafkan aku yang lalai untuk mengeja kata indah perjalanan hidup. Inspirasi tak kan mati ketika aku pun tak berhenti untuk berniat mencelotehkan karya terbaik. semoga saja semua ini menjadi bagian dari bab-bab lembaran sujudku pada Allah. bentuk syukur yang berhimpit berjalan bersama beriringan dengan kesabaran, senantiasa menjadi generator amal yang ealalu menggerakan geriginya menggerus kesia-siaan. dan gerak itu tak lain untuk diriku sendiri dan kulipatgandakan sujud ketika mampu menjadi mata air untuk hidup oranglain juga.
Good By Days...
aku kan terus berjalan menjejakimu bersama lantunan tasbih karena ku rindu dekapan itu. dekapan rahmat Allah SWT. tempat di mana kapal-kapal pelayaran cinta terbesar dan terdahsyat berlabuh untuk menumpahkan kehambaan.




















