About

Pages

Rabu, 12 Desember 2012

MERETAS PERADABAN MADANI INDONESIA


Oleh : Eru Zain

“Sesungguhnya Allah melipat untukku bumi, maka aku bisa melihat ujung timur bumi dan ujung baratnya. Dan Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang di lipat untukku. Aku juga dikaruniai dua perbendaharaan (kekayaan) MERAH dan PUTIH
(HR, Muslim :kitabul fitan nomor 5144)
Indonesia Anugerah Allah SWT yang Terdzalimi.
            Di dalam kajian geologi ada sebuah tempat yang dinyatakan sebagai negeri Atlantis yang di kenal kaya raya di darat dan lautannya. Negeri Atlantis adalah benua yang ditenggelamkan oleh lautan sejak berakhirnya zaman es sekitar 11.600 tahun yang lalu setinggi 120 sampai 150 meter. Prof. Aryso Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir berkebangsaan Brasil menyatakan bahwa Negeri Atlantis yang kaya raya sumber daya alamnya itu adalah “Indonesia “1.
            Indonesia seperti yang termaktub dalam wikipedia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu di sebut  juga sebagai Nusantara (Kepuauan Antara). Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berkependudukan Muslim terbesar di dunia (85% dari seluruh penduduk Indonesia). Saya kemukakan beberapa fakta terbaru mengenai Indonesia yang mungkin beberapa sejalan dengan pernyataan Prof. Aryso Santos. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia. Kemudian sekali lagi saya ulangi bahwa Indonesia merupakan negara yang penduduknya adalah Muslim terbesar di dunia dan masih banyak lagi yang Indonesia miliki dan tidak di miliki oleh negara lain.
Sunggguh Allah SWT memberikan anugerah yang sangat luar biasa. Namun di sisi lain Indonesia mengalami keterpurukan yang sangat ironis. Beberapa fakta mengenai keterpurukan Indonesia adalah “angka kemiskinan” di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia masih tinggi tingkat kemiskinannya. Data statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen)2. Angka pengangguran  tenaga kerja produktif di Indonesia sangat tinggi dari tahun ke tahun. Data Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia memiliki trend yang terus meningkat. Kemudian, dari angkatan kerja di Indonesia yang mencapai sekitar 102,55 juta orang, 9,39 juta orang diantaranya tergolong pengangguran pada tahun 2008 (BPS, 2009). Korupsi, kolusi, dan nepotisme  di Indonesia merupakan  negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis.  Itulah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong. Tentunya masih banya lagi keterpurukan-keterpurukan Indonesia di bidang yang lainnya. Dengan menggunakan logika komparasi dua kenyataan yang saya rangkum di atas maka saya dengan sangat memprihatinkan menyebutkan bahwa “Indonesia adalah anugerah Allah SWT yang terdzalimi”. Apalagi melihat fakta bahwa umat Muslim terbesar di dunia adalah di Indonesia dan ini yang seharusnya menjadi renungan kita. Bolehlah saya menyimpulkan bahwa umat Muslim Indonesia masih belum menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman yang seharusnya membawa rahmat terkhusus untuk Indonesia.
“kemanakah anak zaman. Kemanakah kemanakah perginya anak-anak muda Al Kahfi ? Tidurkah anak-anak muda ini ? kemanakah peta zaman akan di bawa ... (Muhammad Ilyas)
Islam dan Nilai Alquran dalam Meretas Peradaban Madani di Indonesia.
“orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh perbuatan ma’ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar dan kepada Allah kembalisegala urusan”.
(QS. Al Hajj : 41)
            Didalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Madani merupakan sebuah padanan kata yang berarti berhubungan dengan hak-hak sipil;  berhubungan dengan perkotaan;  menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yg ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yang berperadaban. Anugerah yang Allah berikan untuk Indonesia berupa kelimpahan materi ternyata bukan sebuah nilai yang semata-mata dapat dijadikan modal untuk meretas peradaban di Indonesia. Namun ada hal lain yang sebenarnya akan menopang semua proses-proses pencapaian cita-cita tersebut yaitu nilai keimanan. Pertemuan antara nilai karakter pribadi bangsa dengan wawasan dan profesionalitas kerja dalam melakukan pemberdayaan potensi yang ada. Yang pertama kali yang harus di bangun adalah keberimanan bangsa secara totalitas kepada Allah SWT. Hal ini merupakan hal mendasar yang perlu di lakukan guna meretas jalan peradaban madani itu. Secara bahasa sederhananya saya ungkapkan bahwa masyarakat Indonesia terutma umat Muslim harus kembali membangun kepribadian dan karakter Qurani dalam dirinya. Yaitu masyarakat yang dibahasakan oleh Dr. Yusuf Qardhawi masyarakat yang bebasis syariat Islam. Masyarakat yang tegak di atas akidah, keimanan dan akhlak.
Karena peradaban yang akan di bangun adalah peradaban yang hanya bersifat nilai material saja sepeti yang sekarnag dibangun oleh barat. Namun peradaban yang merupakan puncak di pertemukannya nilai-nilai moral dan akhlak dengan nilai kemajuan fisik dan materi juga di tunjukan dalam kemajuan ilmu dan teknologi.
            Lalu bagaimanakah dan jalan seperti apakah  yang harus di tempuh melalui AlQuran itu ? saya akan awali penguraian proses penting itu dengan kembali merujuk pada Al Quran itu sendiri tentunya. Problem apa pun yang tengah terjadi atau proses apa pun yang sdang di usahakan, maka semuanya telah Allah ciptakan Alquran sebagai solusi dan penawaranya. Maka bersyairlah seorang ulama bernama Dr. Aidh Al Qarni penulis buku la tahzan.
Wahai Alquran
Kudengar engkau
Di saat malam terasa sepi
Kau berjalan
Menggncangkanalam semesta
Maha suci Allah yang telah menjalankannya
Dengan mu ku buka dunia
Dengan mu kupancarakan sinarnya
Kami berjalan di atas dunia
Memenuhinya dengan sejuta pahala
Ketika kita sedang mengalami krisis atau keterpurukan. Maka Alquran menjawab bahwa hal yang sedang kita alami seperti ini seharusnya menuntut kita untuk kembali kepada sang maha hidup yang dengan rapih mengatur urusan hambanya. Firman Allah SWT “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitan pun Menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan” (QS. Al An’am : 43). Begitulah sedikit gambaran karakter ketika kita harus kebali kepada nilai-nilai Alquran dalam meretas jalan peradaban madani. Peradaban dilahirkan dari ide besar yang kemudian ide itu di topang oleh sumerdaya dan kekuatan. Karena peradaban madani adalah gambaran realisasi dari nilai-nilai Al Quran.  
            Berikutnya masyarakat harus melakukan kerja-kerja pradaban setelah kita giring kesadaran karakter umat kembali kepada nilai Al Quran tadi. Ada beberapa hal mendasar yang harus di internalisasi kedalam kerja-kerja peradaban, diantaranya :
1.      Kerja peradaban berbasis riset
Masyarakat harus terbiasa untuk melakukan riset-riset. Kita harus meningkatka intensitas membaca secara mendalam dan erjun ke medan lapangan mendalami persoalan dengan sampai tuntas. Maka jejak rekam riset itu di interpretasikan secara kritis dan objektif sehinga semuanya tersadari menjadi sebuah budaya yaitubudaya berfikir karena itulah syarat ulil albab.

2.      Kerja berbasi kompetensi
Secara komunal atau persoanal masyarakat Indonesia harusmenggali kompetensi yang di miliki kemudian mengasahnya secara matang kemudian dipertangungjawabkan ke publik. Masyarakat indonesia akhirnya akan mlahirkan para pakar di bidangnya. Dengan ompetensi juga akan di dapat hasil kerja yang lebih memuaskan.

3.      Kerja berbasis kompetitor
Di setiap ruang kerja peradaban maka fakta yang harus di hadirkan adalah bahwa kita sedang tertinggal dan dengan hal itu maka kita sedanga menghadapi kompetitor kita. Dengan itulah akan muncul dinamisasi yan akan mnghidupi gerak kerja-kerja peradaban kita.

4.      Kerja berbasis sinergis
Banyak dari masyarakat yang akan menempati hal strategis sehingga ini akan menjadi kekuatan yang tersusun rapi degan cara memenejnya dengan baik sehingga setiap kekuatan yang telah dimiliki akan bersinergis.
Semuanya harus dilakukan dengan amal nyata. Tidak haya berhenti di tataran ide. Realisasilah yang akan mengambarkan peradaban madani itu. Maka dengan seksama akan kita saksikan pembangungan peradaban sedikit demi sedikit akan memancarkan pesonanya. Kemudian sekarang yang akan memangku kerja besar itu siapa ? maka dengan lantang saya akan meneriakkan bahwa yang tepat untuk memikul kerja itu adalah “para pemuda Indonesia”. Pemudalah yang akan menggagas semua itu. Pemudalah yang akan menerjang beberapa tantangan yang akan dilalui dalam meretas peradaban madani di Indonesia. Sehingga para malaikat ikut membersamai para pemuda rabbani dan melantunkan doa untuk mereka-mereka yang berproses dala kerja besar meretas peradaban madani di Indonesia.

Catatan Kaki :  
1.      Atlantis : The Lost Continent Finally Found (1997-2009)
2.      Sensus Penduduk BPS 2010. www.bps.go.id
Sumber Inspirasi :
1.      Jurnal Muslim Negarawan
2.      Masyarakat berbasis Syariat Islam, Dr. Yusuf Qardhawi 2003
3.      The way of Al Qur’an, Dr. Aidh Al Qari 2007
4.      Menuju Masyarakat Madani, Prof. DR. Azyumardi Azra
5.      Wikipedia
6.      www.bps.go.id


           

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More